INDRAMAYU – Kabupaten Indramayu kembali memperlihatkan kekayaan adat istiadatnya melalui tradisi Unjungan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kuburan Gede, Desa Pangauban, Kecamatan Lelea.
Tradisi yang dilaksanakan setiap tahun antara bulan Muharam dan Safar ini menjadi momentum bagi masyarakat Desa Pangauban untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus mengirimkan doa bagi arwah leluhur serta memohon keselamatan bagi seluruh warga desa.
Unjungan, yang berarti mengunjungi, merupakan tradisi bersedekah makanan dan uang kepada warga desa yang kurang mampu.
Setiap warga membawa tumpeng dan berbagai hidangan lainnya ke TPU Kuburan Gede, tempat dimakamkannya para leluhur desa.
Kuwu Desa Pangauban, Daya, menjelaskan bahwa rangkaian acara Unjungan Kuburan Gede meliputi tahlilan, doa bersama, dan siraman rohani melalui pengajian umum.
“Unjungan Kuburan Gede adalah tradisi sakral di Kabupaten Indramayu dalam menjunjung tinggi adat istiadat warga setempat,” ungkap Daya. Selasa (4/11).
Ia menambahkan bahwa inti dari tradisi ini adalah ziarah dan doa kepada para leluhur, serta mempererat tali silaturahmi antar warga.
Tradisi Unjungan selalu dinanti-nantikan oleh masyarakat Desa Pangauban setiap tahunnya. Daya juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi bukti kekompakan dan semangat gotong royong yang selalu terjaga di antara warga.
Acara tradisi adat Unjungan di TPU Kuburan Gede ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Muspika Kecamatan Lelea, perangkat desa, bhabinsa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh warga Desa Pangauban.
Kehadiran mereka semakin memeriahkan acara dan menunjukkan dukungan terhadap pelestarian tradisi leluhur yang kaya akan nilai-nilai luhur. *(Nurbaeti)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

