INDRAMAYU – Seorang warga lanjut usia bernama Tamas (80) beserta cucunya, Iqbal Maghribi (14), tidak memiliki tempat tinggal setelah rumah gubuk mereka di Desa Cidempet, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, roboh dan akhirnya dibongkar secara mandiri bersama warga sekitar.
Tamas mencari nafkah sebagai buruh cangkul untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama sang cucu yang merupakan yatim-piatu dan mengalami disabilitas fisik.

Menurut Tamas, sejumlah pihak termasuk perwakilan pemerintah daerah, dinas terkait, dan perangkat desa pernah datang melihat kondisinya, namun belum ada solusi konkret.
“Banyak yang datang, tapi hanya melihat. Katanya sabar,” ujar Tamas dengan nada bergetar.
Kakek Tamas hanya mempunyai satu harapan kedepan kalau dirinya sudah meninggal dunia.
” Hanya ingin memperbaiki rumah, jika saya meninggal dunia cucunya ada rumah untuk tempat tinggal, ucap Kakek Tamas kepada GEPLAK. Sabtu, (14/2).
Dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2026, komunitas Geplak Gerakan Pers Lurus Akurat dan Kritis (GEPLAK) Kabupaten Indramayu menyalurkan bantuan langsung kepada keduanya.
Ketua GEPLAK, Ali Zaidan, menyampaikan bahwa kondisi Tamas menjadi pengingat untuk meningkatkan kepedulian sosial.
“Kami berharap kegiatan sosial ini dapat membantu meringankan beban dan menjadi motivasi bagi semua untuk saling peduli,” ujarnya.

Sekaligus mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang berpartisipasi. GEPLAK juga berkomitmen untuk terus menjalankan program sosial dan edukasi bagi masyarakat.
Sementara itu, Kuwu Cidempet Muhafidin dikonfirmasi sedang menghadiri kegiatan KAHMI sehingga dinilai menghindar saat persoalan warganya menjadi perhatian publik.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun instansi terkait mengenai tindak lanjut bantuan perumahan. (*)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

