INDRAMAYU — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu memulai proses verifikasi dan validasi (verval) data guru dan tenaga teknis non-aparatur sipil negara (non-ASN) di bawah naungannya.
Langkah ini menjadi tahap awal sebelum pengusulan formasi ASN tahun 2025 ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Audiensi yang digelar di Kantor Disdikbud Indramayu, Jumat (8/8/2025), dihadiri perwakilan Forum Database BKN Kabupaten Indramayu, koordinator kecamatan, serta bidang kepegawaian.
Kepala Seksi PTK SMP Disdikbud Indramayu, Riswadi, mengatakan pihaknya telah memegang data sementara berisi nama-nama guru dan tenaga teknis non-ASN yang pernah mengikuti tahapan seleksi sebelumnya, seperti kelompok R1, R2, R3, R4, dan R3B.
“Draft itu sudah ada, tinggal kita cek lagi. Apakah orangnya masih aktif mengajar, tidak meninggal dunia, tidak pindah instansi, atau tidak mengundurkan diri. Itu menjadi poin penting dalam validasi ini,” ujar Riswadi.
Dari total data guru yang dimiliki, terdapat 2.460 guru yang akan diverifikasi, sudah termasuk pengurangan sekitar 400 guru yang telah dilantik menjadi ASN sebelumnya. Data yang telah divalidasi akan diserahkan ke bidang kepegawaian untuk tahap berikutnya.
Ketua Forum Database BKN Kabupaten Indramayu, Ilham, menjelaskan proses verval akan dimulai Senin (11/8/2025) dengan melibatkan koordinator kecamatan di seluruh wilayah Indramayu.
“Kita ingin memastikan validitas data. Jumlah total masih di angka 2.648 orang, tetapi akan dipilah lagi mana yang di bawah Disdikbud dan mana yang di luar. Di dalam Disdikbud pun dipisahkan lagi antara guru dan tenaga teknis,” ujarnya.
Ilham menambahkan, pihaknya berharap seluruh data guru dan tenaga teknis yang sudah masuk database sejak 2022 tidak ada yang tertinggal dalam pengusulan formasi ASN mendatang.
Setelah verval selesai, data akan diserahkan ke BKPSDM untuk diusulkan ke BKN. Data yang disetujui nantinya akan muncul di aplikasi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) sebagai dasar seleksi formasi ASN berikutnya.
Dari sisi anggaran, menurut Ilham, Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) telah menyiapkan alokasi untuk 2.648 formasi tersebut dalam rapat bersama DPRD. “Komitmen anggaran sudah aman, tinggal menunggu proses teknis verifikasi dan pengusulan berjalan tuntas,” katanya.
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

