INDRAMAYU, – Baru sehari setelah pengecoran selesai dilakukan, permukaan Jalan Kedaton–Purwajaya Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Di beberapa titik, beton tampak retak memanjang. Pada bagian lain, permukaan jalan bahkan terlihat pecah.
Padahal proyek rekonstruksi jalan tersebut baru saja rampung dikerjakan. Nilai anggarannya pun tidak kecil: Rp2.906.164.655,52 dari APBD Kabupaten Indramayu Tahun 2026.
Bagi warga sekitar, kondisi itu sulit diterima. Infrastruktur yang seharusnya menjadi simbol pembangunan justru memperlihatkan kerusakan dalam hitungan hari.
“Kalau baru sehari saja sudah retak, masyarakat jadi bertanya-tanya kualitas pekerjaannya bagaimana,” ujar seorang warga di sekitar lokasi proyek.
Retaknya jalan memunculkan dugaan adanya persoalan teknis dalam pelaksanaan proyek. Pertanyaan publik mengarah pada banyak hal: mutu beton, metode pengerjaan, pengawasan lapangan, hingga kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis kontrak.
Di lapangan, proyek terlihat seperti menyisakan pekerjaan rumah yang belum selesai. Sejumlah titik retakan tampak jelas membelah badan jalan yang masih baru.
Dalam konstruksi rigid pavement atau jalan beton, retakan memang bukan hal yang sepenuhnya asing. Namun sejumlah praktisi konstruksi menyebut retak dini dalam waktu sangat cepat lazim menjadi alarm adanya persoalan teknis yang harus segera diperiksa.
Beberapa faktor yang biasanya menjadi perhatian meliputi kualitas campuran beton, ketebalan konstruksi, sistem pembesian, penggunaan dowel dan wiremesh, proses curing atau perawatan beton pasca pengecoran, hingga kondisi tanah dasar.
Masalahnya, hingga kini publik belum memperoleh penjelasan resmi.
Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Indramayu, Wimbanu, yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Pertanyaan yang diajukan media berkaitan dengan sejumlah aspek mendasar proyek: spesifikasi teknis pekerjaan, ketebalan rigid beton, penggunaan pembesian, dowel, wiremesh, hingga sistem pengawasan selama pekerjaan berlangsung.
Pihak pelaksana proyek, CV Arbi Bagus Sejahtera, juga belum memberikan klarifikasi atas kerusakan dini tersebut.
Ketiadaan penjelasan resmi justru memperbesar ruang spekulasi di tengah masyarakat. Di saat pemerintah daerah tengah gencar mempromosikan pembangunan infrastruktur berkualitas, kerusakan jalan yang baru selesai dibangun menghadirkan ironi tersendiri.
Kasus ini kemudian menarik perhatian lembaga sosial kontrol.
Wakil Ketua LMPI, Caswadi, meminta proyek tersebut tidak dilakukan serah terima sebelum dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan.
Menurut dia, apabila nantinya ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB), maka kontraktor wajib bertanggung jawab.
“Kalau memang ditemukan tidak sesuai spesifikasi, pekerjaan harus dibongkar dan dikerjakan ulang,” kata Caswadi.
Ia menegaskan proyek infrastruktur pemerintah tidak boleh sekadar menjadi formalitas administrasi penyerapan anggaran.
“Ini uang rakyat. Jangan sampai kualitas diabaikan sementara masyarakat yang menerima dampaknya,” ujarnya.
Persoalan Jalan Kedaton–Purwajaya kini berkembang bukan sekadar tentang retakan beton. Kasus ini mulai dibaca sebagai gambaran lebih besar mengenai lemahnya pengawasan proyek infrastruktur daerah.
Di tengah besarnya anggaran pembangunan yang terus digelontorkan pemerintah, publik menuntut lebih dari sekadar proyek selesai dikerjakan. Masyarakat menuntut mutu, transparansi, dan pertanggungjawaban.
Audit teknis independen menjadi salah satu tuntutan yang mulai mengemuka. Tujuannya untuk memastikan apakah pekerjaan benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi dan standar mutu konstruksi yang berlaku.
Sebab dalam proyek infrastruktur, kerusakan yang muncul terlalu dini bukan hanya soal estetika pekerjaan. Ia bisa menjadi penanda adanya masalah yang jauh lebih mendasar di balik proses pelaksanaan proyek itu sendiri. (*)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

