Close Menu
Beritasuper.comBeritasuper.com
    Facebook Instagram
    Beritasuper.comBeritasuper.com
    • Politik
    • Hukum
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Entertaiment
    • Sport
    • Nasional
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rabu, Juli 8
    Beritasuper.comBeritasuper.com
    Home » Ragam » Indramayu » Ambisi Infrastruktur Berkualitas Pemda Indramayu Tercoreng Retaknya Jalan Kedaton–Purwajaya
    Indramayu

    Ambisi Infrastruktur Berkualitas Pemda Indramayu Tercoreng Retaknya Jalan Kedaton–Purwajaya

    Kerusakan dini pada proyek Jalan Kedaton–Purwajaya memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas pekerjaan, spesifikasi teknis, hingga pengawasan proyek infrastruktur di Kabupaten Indramayu.
    By Redaksi23 Mei 2026Updated:27 Mei 202621K Views
    Kondisi proyek Jalan Kedaton–Purwajaya di Indramayu yang mengalami retak dan pecah sehari setelah pengecoran selesai dilakukan.
    Dokumentasi Pihak pelaksana proyek, CV Arbi Bagus Sejahtera
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

    INDRAMAYU, – Baru sehari setelah pengecoran selesai dilakukan, permukaan Jalan Kedaton–Purwajaya Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Di beberapa titik, beton tampak retak memanjang. Pada bagian lain, permukaan jalan bahkan terlihat pecah.

    Padahal proyek rekonstruksi jalan tersebut baru saja rampung dikerjakan. Nilai anggarannya pun tidak kecil: Rp2.906.164.655,52 dari APBD Kabupaten Indramayu Tahun 2026.

    Pesan Jasa pembuatan website dan aplikasi Super Digital

    Bagi warga sekitar, kondisi itu sulit diterima. Infrastruktur yang seharusnya menjadi simbol pembangunan justru memperlihatkan kerusakan dalam hitungan hari.

    “Kalau baru sehari saja sudah retak, masyarakat jadi bertanya-tanya kualitas pekerjaannya bagaimana,” ujar seorang warga di sekitar lokasi proyek.

    Pesan Jasa E-commerce Super Digital

    Retaknya jalan memunculkan dugaan adanya persoalan teknis dalam pelaksanaan proyek. Pertanyaan publik mengarah pada banyak hal: mutu beton, metode pengerjaan, pengawasan lapangan, hingga kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis kontrak.

    Di lapangan, proyek terlihat seperti menyisakan pekerjaan rumah yang belum selesai. Sejumlah titik retakan tampak jelas membelah badan jalan yang masih baru.

    Pesan Jasa E-commerce Super Digital

    Dalam konstruksi rigid pavement atau jalan beton, retakan memang bukan hal yang sepenuhnya asing. Namun sejumlah praktisi konstruksi menyebut retak dini dalam waktu sangat cepat lazim menjadi alarm adanya persoalan teknis yang harus segera diperiksa.

    Beberapa faktor yang biasanya menjadi perhatian meliputi kualitas campuran beton, ketebalan konstruksi, sistem pembesian, penggunaan dowel dan wiremesh, proses curing atau perawatan beton pasca pengecoran, hingga kondisi tanah dasar.

    BACA JUGA :  Proyek di Komplek Disnaker Indramayu Disorot, Tanpa Papan Informasi dan APD

    Masalahnya, hingga kini publik belum memperoleh penjelasan resmi.

    Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Indramayu, Wimbanu, yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

    Pertanyaan yang diajukan media berkaitan dengan sejumlah aspek mendasar proyek: spesifikasi teknis pekerjaan, ketebalan rigid beton, penggunaan pembesian, dowel, wiremesh, hingga sistem pengawasan selama pekerjaan berlangsung.

    Pihak pelaksana proyek, CV Arbi Bagus Sejahtera, juga belum memberikan klarifikasi atas kerusakan dini tersebut.

    BACA JUGA :  Sosialisasi Empat Pilar di Indramayu, Rokhmin Dahuri : Bantuan Rp1 Triliun untuk Empang Garam

    Ketiadaan penjelasan resmi justru memperbesar ruang spekulasi di tengah masyarakat. Di saat pemerintah daerah tengah gencar mempromosikan pembangunan infrastruktur berkualitas, kerusakan jalan yang baru selesai dibangun menghadirkan ironi tersendiri.

    Kasus ini kemudian menarik perhatian lembaga sosial kontrol.

    Wakil Ketua LMPI, Caswadi, meminta proyek tersebut tidak dilakukan serah terima sebelum dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan.

    Menurut dia, apabila nantinya ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB), maka kontraktor wajib bertanggung jawab.

    “Kalau memang ditemukan tidak sesuai spesifikasi, pekerjaan harus dibongkar dan dikerjakan ulang,” kata Caswadi.

    BACA JUGA :  Proyek Misterius ,Bangun Jalan Tanpa Identitas dan Kualitas Memprihatinkan

    Ia menegaskan proyek infrastruktur pemerintah tidak boleh sekadar menjadi formalitas administrasi penyerapan anggaran.

    “Ini uang rakyat. Jangan sampai kualitas diabaikan sementara masyarakat yang menerima dampaknya,” ujarnya.

    Persoalan Jalan Kedaton–Purwajaya kini berkembang bukan sekadar tentang retakan beton. Kasus ini mulai dibaca sebagai gambaran lebih besar mengenai lemahnya pengawasan proyek infrastruktur daerah.

    Di tengah besarnya anggaran pembangunan yang terus digelontorkan pemerintah, publik menuntut lebih dari sekadar proyek selesai dikerjakan. Masyarakat menuntut mutu, transparansi, dan pertanggungjawaban.

    BACA JUGA :  Nama Dicatut dalam Polemik Parkir Karangampel, H. Nico Antonio Buka Data

    Audit teknis independen menjadi salah satu tuntutan yang mulai mengemuka. Tujuannya untuk memastikan apakah pekerjaan benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi dan standar mutu konstruksi yang berlaku.

    Sebab dalam proyek infrastruktur, kerusakan yang muncul terlalu dini bukan hanya soal estetika pekerjaan. Ia bisa menjadi penanda adanya masalah yang jauh lebih mendasar di balik proses pelaksanaan proyek itu sendiri. (*)


    Apresiasi Spesial

    Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

    5rb
    20rb
    50rb
    ×

    Scan QRIS Berita Super

    Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

    DPUPR Indramayu Infrastruktur Indramayu Kedaton-purwajaya Rusak
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Telegram WhatsApp Copy Link
    Previous ArticlePlt Sekwan Buka Suara, DPA Setwan Masih Berjalan dan Terbuka Dikritisi
    Next Article CCTV Bongkar Dugaan Aksi Brutal Oknum Kuwu di Indramayu terhadap Seorang Perempuan
    Redaksi
    • Website

    Sosial Media
    Berita Terkait
    Peristiwa

    Sinergitas Puluhan Tahun Dikhianati! Perumdam Indramayu Diduga Sikat Paksa Water Meter Balai Wartawan

    2 Juli 2026

    INDRAMAYU – Aroma keangkuhan birokrasi mendadak menyengat di lingkungan Balai Wartawan Kabupaten Indramayu. Tanpa tedeng…

    Dikira Bakal Redup! Kasus Kuwu WS Sukagumiwang Kian Memanas, Pamong Desa Dijadwalkan Diperiksa

    2 Juli 2026

    Diperiksa Polisi, Kasus Libatkan Oknum Kuwu di Indramayu Masuki Babak Baru

    29 Juni 2026

    Tinjau Rumah Roboh di Telagasari, Anggota DPRD Jabar Sri Wahyuni Serap Aspirasi Warga Indramayu

    3 Juli 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Polemik Nama Jawa Barat: Sirojudin Nilai DOB Lebih Mendesak
    • Tinjau Rumah Roboh di Telagasari, Anggota DPRD Jabar Sri Wahyuni Serap Aspirasi Warga Indramayu
    • Dikira Bakal Redup! Kasus Kuwu WS Sukagumiwang Kian Memanas, Pamong Desa Dijadwalkan Diperiksa
    • Sinergitas Puluhan Tahun Dikhianati! Perumdam Indramayu Diduga Sikat Paksa Water Meter Balai Wartawan
    • Filsafat Dinilai Jadi Kunci Hadapi Era AI, Ini Pesan Ketua Yayasan Wiralodra untuk Mahasiswa Pascasarjana
    Beritasuper.com
    Facebook Instagram YouTube TikTok Telegram WhatsApp
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Informasi Iklan & Promosi
    • Disclaimer
    Copyright © 2026 Berita Super. All right reserved

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Pesan Website & Aplikasi