Indramayu – Aksi demonstrasi yang dilakukan puluhan massa dari Aliansi Topi Jerami (ATJ) di depan Gedung DPRD Indramayu berakhir ricuh. Kamis (27/11).
Massa yang menuntut penangkapan Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu (TDA) melakukan tindakan anarkis hingga mengakibatkan pagar besi utama kantor DPRD roboh.
Kericuhan ini merupakan puncak dari rangkaian aksi yang dilakukan ATJ sejak pagi di tiga titik berbeda, yaitu kantor Perumdam TDA dan Kejaksaan Negeri Indramayu.
Di kantor Perumdam TDA, massa sudah menunjukkan ketegangan dengan membakar ban di depan pintu dan hampir menabrak petugas kepolisian dengan kendaraan orasi yang berupaya menghalau mereka masuk ke area kantor.
Situasi di depan Kejaksaan Negeri Indramayu sempat lebih kondusif. Massa menyampaikan aspirasi terkait tuntutan penegakan hukum atas dugaan transfer mencurigakan Rp2 miliar di Perumdam TDA.
Kejari bahkan memastikan telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan sebagai langkah hukum awal.
Namun, suasana kembali memanas saat massa bergerak ke gedung DPRD. Mereka mengaku kecewa karena merasa tuntutannya lambat direspons para wakil rakyat.
Massa kemudian mendorong dan merusak pintu gerbang utama, sehingga pagar besi kantor dewan roboh dan jatuh ke arah luar.
Dalam orasinya, perwakilan ATJ memberikan ultimatum keras bahwa mereka akan kembali dengan massa yang lebih besar jika tuntutan tidak ditindaklanjuti dalam waktu 7×24 jam.
Tuntutan itu meliputi dukungan terhadap reformasi internal Perumdam TDA serta pembersihan direksi yang diduga terlibat dalam praktik korupsi.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua DPRD Indramayu, Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd, menyatakan siap menerima aspirasi ATJ dan berjanji segera mengumpulkan unsur pimpinan DPRD untuk membahas tuntutan termasuk persoalan transfer mencurigakan di tubuh Perumdam.
Namun, ia mengimbau agar setiap penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara yang baik dan tidak merusak fasilitas negara.
“Silakan sampaikan aspirasi, DPRD ini milik rakyat. Tapi datanglah dengan sikap baik, tidak merusak, dan tetap menjunjung etika,” ujarnya.
(Sanaji/Beritasupercom)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

