INDRAMAYU, BeritaSuper.com – Kasus pembunuhan satu keluarga yang ditemukan terkubur di Kelurahan Paoman, Indramayu, terus menjadi sorotan. Evan, saksi kunci yang sempat dituduh terlibat, akhirnya buka suara dan mengklaim dirinya adalah korban jebakan dalam kasus ini.
Evan menjelaskan bahwa keterlibatannya bermula saat ia diminta oleh Budi Awaludin, mantan atasannya yang juga menjadi korban, untuk membantu menggadaikan mobil.
Dana hasil gadai sekitar Rp14 juta kemudian ditransfer ke rekening yang diarahkan oleh Budi. Namun, belakangan diketahui bahwa rekening tersebut dikendalikan oleh pelaku.
“Bos saya minta transfer ke rekening atas nama Budi Awaludin. Saya hanya mengikuti instruksi. Ternyata, pelaku yang mengarahkan transfer itu karena dia sudah menguasai HP korban,” ujar Evan kepada media, Senin (8/9).
Menurut Evan, pelaku menggunakan uang tersebut untuk membayar utang dan keperluan pribadi.
Ia mengaku sangat terkejut dan tidak menyangka bahwa rekan kerjanya itu mampu melakukan tindakan keji tersebut.
Sempat ditahan polisi selama hampir seminggu, Evan menjelaskan bahwa penahanan tersebut adalah langkah pengamanan karena sempat menjadi sasaran amarah warga dan tuduhan di media sosial.
“Di Polres, saya diperlakukan dengan baik. Penahanan ini lebih untuk melindungi saya dari kesalahpahaman masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.
“Saya merasa dijebak dalam situasi ini. Semoga keluarga almarhum diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya. *(Ali)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

