INDRAMAYU – Angin laut berhembus kencang di muara Kali Sewo, Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, Indramayu. Di sebuah bangunan pengolahan, puluhan warga tampak memisahkan daging rajungan dari cangkangnya.
Tangan-tangan terampil bekerja cepat dan teliti, mengubah rajungan hasil tangkapan nelayan pesisir menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi.
Aktivitas dimulai setiap pagi dengan membersihkan rajungan segar, lalu memisahkan daging dari cangkangnya. Sortir dilakukan ketat untuk menjaga kualitas, karena produk ini dipasarkan ke luar negeri dengan standar mutu internasional.
Hasil laut dari desa pesisir Sukra ini diminati pasar luar negeri, membuat produksi terus berjalan. Usaha ini menjadi sumber penghidupan bagi warga.
Sedikitnya 30 karyawan, mayoritas ibu rumah tangga dan warga sekitar, kini memiliki pekerjaan tetap. Dari pengupasan hingga pengemasan, semua dikerjakan secara gotong royong.
Camat Sukra, Sigit Widiyanto, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti bahwa potensi desa pesisir mampu bersaing di tingkat global.
Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus mendukung agar semakin berkembang dan membuka lapangan kerja lebih luas.
Kepala UPTD Bina Usaha dan Produksi Perikanan Kecamatan Sukra, Yuningsih, mengatakan bahwa sektor perikanan dan olahan hasil laut menjadi salah satu kekuatan ekonomi lokal yang perlu terus didorong melalui pembinaan, peningkatan kualitas produksi, dan perluasan pasar.
Upaya terus dilakukan untuk meningkatkan produksi olahan perikanan agar tidak hanya bahan baku namun sudah dalam produk jadi. (*)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

