INDRAMAYU — Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 menyisakan ganjalan bagi publik Kabupaten Indramayu. Di tengah tingginya ekspektasi masyarakat terhadap prestasi olahraga daerah, informasi mengenai perjuangan para atlet Indramayu yang berlaga di ajang tersebut justru terbilang minim dan tertutup dari ruang publik.
Kontingen Kabupaten Indramayu sebenarnya berlaga dengan kekuatan lumayan besar. Bupati Indramayu Lucky Hakim telah melepas 431 anggota kontingen di Pendopo Kabupaten Indramayu pada Minggu, 25 Oktober 2026 lalu.
Rombongan tersebut mencakup 295 atlet, 102 pelatih serta ofisial, dan 34 anggota satuan tugas yang bertanding pada 34 cabang olahraga (cabor) hasil seleksi kualifikasi KONI Indramayu.
Pantauan pada sejumlah kanal komunikasi resmi pemerintah daerah seperti akun Instagram Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Indramayu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), hingga Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menunjukkan sepinya pembaruan (update) kegiatan sementara.
Minimnya publikasi ini memicu sorotan tajam dari kalangan pegiat media sosial sekaligus Konten kreator asal Indramayu, Panji Purnama, menilai keterbatasan arus informasi ini merugikan atlet maupun masyarakat penikmat olahraga.
“Apakah harapan untuk mendapatkan informasi terkini mengenai perjuangan dan capaian atlet Indramayu merupakan sesuatu yang berlebihan?” ujar Panji melalui unggahan video pendeknya yang viral di media sosial.
Menurut Panji, publikasi olahraga daerah bukan semata-mata soal mengabarkan kemenangan atau raihan medali. Lebih dari itu, narasi mengenai proses perjuangan, pengorbanan fisik dan mental atlet, hingga evaluasi teknis tiap cabang olahraga merupakan bentuk pertanggungjawaban publik sekaligus dukungan moral bagi putra-putri daerah.
Masyarakat menilai bahwa peran KONI maupun Dispora Indramayu tak berhenti pada tahap penganggaran dan pelepasan kontingen semata. Kedua lembaga tersebut memiliki kewajiban moral dan administratif untuk menyampaikan laporan perkembangan secara berkala, akurat, dan terbuka.
Kritik ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah, khususnya Dispora dan KONI Indramayu, agar lebih responsif dalam mengelola komunikasi publik.
“Sektor kepemudaan dan olahraga dinilai perlu dikelola oleh instansi yang paham betul akan pentingnya pembinaan, pendampingan, hingga penyebarluasan informasi kepada masyarakat luas.” Tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Indramayu masih menantikan pembaruan resmi terkait pertandingan para atlet yang tengah berjuang membawa nama daerah di Porprov XV Jabar 2026. **
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

