INDRAMAYU — Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi NasDem, Sri Wahyuni Utami Herman, mendorong PC Fatayat NU Indramayu memperkuat pemberdayaan perempuan. Ia meminta organisasi perempuan muda NU tersebut aktif mengatasi berbagai persoalan sosial di daerah.
Sri Wahyuni menyampaikan hal itu saat menghadiri pelantikan pengurus PC Fatayat NU Indramayu periode 2025–2030. Acara tersebut berlangsung di Pendopo Kabupaten Indramayu pada Rabu, 4 November 2026.
Menurut politikus yang akrab disapa SWH ini, Fatayat NU memiliki peran strategis untuk mengikis marginalisasi perempuan.
“Fatayat harus menjadi bagian dari perubahan kondisi perempuan yang saat ini masih termarjinalkan,” kata SWH seusai acara.
Ia menilai tantangan perempuan di Indramayu tidak hanya terbatas pada masalah ekonomi dan pendidikan. Daerah ini juga masih menghadapi persoalan sosial akut, seperti maraknya pernikahan anak dan risiko tengkes (stunting).
Oleh karena itu, keterlibatan Fatayat NU sangat krusial untuk melengkapi program pemerintah daerah melalui edukasi di akar rumput.
Selain itu, SWH menekankan pentingnya pengembangan kapasitas kaum hawa. Penguatan perempuan tidak cukup hanya berfokus pada pembentukan karakter. Perempuan Indramayu juga membutuhkan kemandirian ekonomi serta keberanian tampil di ruang publik.
“Kader Fatayat bisa berperan aktif di dunia pendidikan, kesehatan, pencegahan stunting, dan pernikahan dini,” ujar SWH.
Kepada kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Ayu Widiyana, SWH berharap program kerja lima tahun ke depan berorientasi pada dampak nyata.
“Semoga Allah selalu menuntun dalam menjaga amanah. Dengan demikian, Fatayat bisa membuktikan kepedulian nyata terhadap masyarakat,” tuturnya.
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

