INDRAMAYU – Suasana memanas ratusan pedagang nekat turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa ke Pendopo Indramayu, Senin (25/8/2025).
Mereka menuding telah diintimidasi oleh Kuwu Kedungwungu yang memaksa melakukan revitalisasi pasar tanpa musyawarah. Para pedagang pun menantang langsung Bupati Indramayu, Lucky Hakim, agar tidak tinggal diam dan membela rakyat kecil.
“Pak Lucky, jangan lupa! Waktu Pilkada dulu bapak menang telak di Desa Kedungwungu. Sekarang tunjukkan keberpihakan bapak pada rakyat!” teriak pedagang melalui pengeras suara, disambut sorak-sorai massa.
Revitalisasi yang digembar-gemborkan kuwu justru dianggap akal-akalan untuk mengusir pedagang lama. Setelah bangunan dibongkar, pedagang dipaksa menyewa kembali lapak dengan harga fantastis: Rp150 juta untuk 20 tahun.
Ironisnya, pedagang masih memiliki kontrak resmi hingga tahun 2030. “Kalau kontrak habis ya silakan. Tapi ini kan masih lima tahun lagi, kenapa seenaknya main gusur?” protes Ruminah (50), pedagang yang terlihat geram.
Dalam aksinya, para pedagang mengusung spanduk dengan berbagai sindiran pedas. Isinya jelas: menolak arogansi kuwu, menolak pemaksaan revitalisasi, dan mendesak Bupati turun tangan.
Aksi ini menambah daftar panjang perlawanan pedagang Pasar Wanguk yang merasa terus dipinggirkan. Pertanyaannya, akankah Bupati Lucky Hakim berani menantang kuwu dan benar-benar berdiri di pihak rakyat kecil? **(Red)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

