INDRAMAYU — Pengelolaan sektor pariwisata di Kabupaten Indramayu kembali menghadapi persoalan mendasar. Ketidakpatuhan pengelola destinasi wisata dalam melaporkan data kunjungan dinilai membuat pengembangan pariwisata berjalan stagnan.
Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara) Indramayu menyoroti masih rendahnya kesadaran administrasi pengelola objek wisata sepanjang tahun 2025.
Dispara mengakui telah mengantongi rekapitulasi data kunjungan dari seluruh objek wisata utama. Namun, Beritasupercom hanya memperoleh data dari delapan destinasi, yakni Pantai Tirtamaya, Pantai Rembat, Pantai Plentong, Pantai Tirta Ayu, 3 Bintang Firdaus, Djoyland, Pantai Tanjung Pura, dan The Nice Playland.
Dalam dokumen resmi Data Wisatawan ke Obyek Wisata di Kabupaten Indramayu Tahun 2025, tercatat data yang tersedia hanya mencakup tiga bulan terakhir.
Total kunjungan wisatawan hingga Desember mencapai 111.623 orang, angka yang dinilai belum mencerminkan kondisi riil pariwisata Indramayu sepanjang tahun.
Plt Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dispara Indramayu, Rian Sugiarto, menyebut sebagian pengelola hanya melaporkan data pada bulan tertentu tanpa mekanisme yang jelas dan berkelanjutan.
Akibatnya, kesulitan memetakan tren kunjungan dan potensi ekonomi dari masing-masing destinasi.
“Data kunjungan menjadi indikator utama dalam menilai kinerja destinasi wisata. Jika tidak dilaporkan secara konsisten, perencanaan pengembangan menjadi lemah,” ujarnya. Selasa, (30/12).
Selain persoalan pelaporan, Dispara juga menilai banyak pengelola belum memahami penerapan prinsip Sapta Pesona.
Padahal, prinsip tersebut menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan wisatawan agar kunjungan terus meningkat.
Tanpa data yang akurat, pariwisata Indramayu berpotensi hanya terlihat ramai secara kasat mata, namun rapuh dalam perencanaan jangka panjang. **
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

