Indramayu – Perum Bulog Cabang Indramayu menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Indramayu terkait penundaan penyaluran Bantuan Pangan Nasional (Banpang) di 139 desa yang akan menggelar Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak pada 10 Desember 2025.
Kepala Perum Bulog Cabang Indramayu, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa penundaan ini adalah langkah tepat untuk menjaga kondusivitas wilayah selama proses Pilwu berlangsung.
“Kami menyambut baik maksud dari Pemerintah Kabupaten Indramayu. Penundaan ini langkah tepat, karena masyarakat sedang fokus terhadap kegiatan Pilwu,” ujarnya. Saat di temui media di ruangan kerja. Selasa (02/12).
Menurut Sri Wahyuni, Bulog memahami bahwa intensitas kegiatan Pilwu dapat memecah konsentrasi masyarakat dan berpotensi menimbulkan gesekan.
Penundaan ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan bantuan sebagai bahan politisasi dan menjaga situasi tetap terkendali.
“Tujuannya bukan menahan hak masyarakat, tetapi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, munculnya penyalahgunaan bantuan atau ketidaknyamanan saat proses kampanye berlangsung,” jelasnya.
Bulog memastikan bahwa penyaluran Banpang tetap berjalan untuk desa-desa di luar 139 desa yang melaksanakan Pilwu.
Penundaan ini hanya berlangsung satu hari, dan penyaluran akan dilanjutkan pada 11 Desember 2025.
Sri Wahyuni menepis anggapan bahwa penundaan ini akan merugikan masyarakat.
Ia menilai bahwa masyarakat justru antusias terhadap Pilwu dan memahami perlunya menjaga ketertiban.
“Kami melihat masyarakat sangat fokus pada Pilwu. Jadi tidak ada dampak negatif. Setelah pemilihan selesai, bantuan tetap akan diterima seperti biasa,” tegasnya.
Bulog juga mengingatkan bahwa Banpang merupakan program pemerintah pusat untuk meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.
(Ali/Beritasupercom)
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Berita Super.
Metode Pembayaran Aman

