INDRAMAYU — Bupati Indramayu Lucky Hakim angkat bicara soal sosok Salman yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Dalam siaran langsung di media sosial, Lucky menyebut Salman sebagai staf khusus yang membantunya sejak masih menjabat anggota DPR RI.
“Salman itu staf khusus saya,” kata Lucky Hakim dengan nada santai. Ia menyebut Salman membantu urusan administrasi sejak di DPR RI hingga kini menjabat bupati.
Dalam siaran tersebut, Lucky juga menyinggung latar belakang pendidikan Salman. Ia menyebut Salman memiliki tiga gelar sarjana , dua gelar magister, serta satu gelar doktor. Salman bahkan mengaku sedang dalam proses menuju guru besar.
Lucky Hakim menegaskan bahwa Salman tidak menerima gaji dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Lucky, kehadiran Salman merupakan bentuk sumbangsih pribadi karena hubungan keduanya sudah seperti saudara.
“Tidak pakai APBD,” ujar Lucky.
Di media sosial, sejumlah warganet juga menyoroti kejanggalan status staf khusus yang tidak digaji APBD. Seorang netizen mempertanyakan sumber pembiayaan dan legalitas kewenangan Salman.
“Kalau staf khusus tidak digaji APBD, berarti statusnya apa? Kalau tidak resmi, kenapa bisa mengurusi administrasi pemkab?” tulisnya.
Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Indramayu belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dasar hukum, ruang lingkup tugas, serta batas kewenangan staf khusus non-APBD tersebut. **
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

