Indramayu – Proses tender proyek infrastruktur Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2026 mulai berjalan dan mendapat sorotan positif dari kalangan penyedia jasa konstruksi.
Hingga Jumat (8/5/2026), tercatat sebanyak 24 paket tender konstruksi milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Indramayu telah tayang dan masuk proses lelang melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).
Ketua DPD II Asosiasi Kontraktor Seluruh Daerah Indonesia Kabupaten Indramayu, Muhammad Royani, menilai proses tender kali ini berlangsung lebih kompetitif dan terbuka.
“Sejauh ini proses lelang berjalan kompetitif. Paket-paket yang tayang sudah mulai ditawar dan diproses. Para penyedia jasa konstruksi juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti tender,” ujar Bang Roy kepada wartawan.
Menurutnya, sistem SPSE membuat proses pengadaan menjadi lebih transparan dan memberi ruang yang sama bagi kontraktor lokal maupun luar daerah.
Ia juga berharap Kelompok Kerja (Pokja) di UKPBJ tetap menjaga profesionalitas dan konsisten menjalankan seluruh tahapan lelang sesuai aturan.
“Dengan proses yang profesional dan transparan, hasil pembangunan infrastruktur di Kabupaten Indramayu diharapkan bisa lebih maksimal sesuai harapan masyarakat,” katanya.
Bang Roy turut mengingatkan seluruh peserta tender agar menjaga etika persaingan usaha dan menghindari praktik-praktik yang dapat merusak proses pengadaan pemerintah.
“Yang paling penting adalah proses tender yang fair. Kalau fair, hasil pembangunan juga akan baik dan berkualitas untuk masyarakat,” tambahnya. (*)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

