INDRAMAYU — Kondisi saluran air di depan gerai Mie Gacoan, Jalan D.I. Panjaitan, Kabupaten Indramayu, mengundang keluhan masyarakat.
Tumpukan sampah plastik, endapan material, hingga aroma bau tak sedap di sepanjang saluran tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan.
Sejumlah pihak mulai mempertanyakan sumber aroma tidak sedap tersebut dan menduga adanya keterkaitan dengan aktivitas pengelolaan limbah usaha di sekitarnya.
Ketua Karang Taruna Karanganyar, Indramayu, M. Lutfi ,menyoroti kondisi saluran di depan Mie Gacoan yang dipenuhi sampah dan mengeluarkan bau tak sedap.
Ia meminta pihak usaha di sekitar tidak hanya mengandalkan pembersihan internal, tetapi juga memastikan tidak ada limbah dari aktivitas usaha yang masuk ke saluran umum.
“Kalau memang ada dugaan limbah usaha yang masuk ke saluran, pihak usaha harus ikut bertanggung jawab memastikan pengelolaan limbahnya benar,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Supervisor Mie Gacoan Indramayu, Setyo, menegaskan bahwa operasional tempatnya sudah dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah bertahap dan rutin dibersihkan.
“Sampai saat ini kami selalu melakukan pembersihan. Di Gacoan ada sistem pengolahan limbah melalui beberapa tahapan,” kata Setyo saat dikonfirmasi Beritasupercom. Rabu, (16/09).
Ia menjelaskan, proses pembersihan dilakukan berkala hingga tiga sampai empat kali sehari, yaitu saat gerai mulai buka sekitar pukul 06.00 WIB, pukul 11.00 WIB, saat tutup toko, serta pembersihan akhir pada pukul 24.00 WIB. Setyo juga menekankan bahwa output yang dibuang dari saluran internal tempatnya murni berupa cairan.
“Kalau yang keluar dari saluran kami itu air. Kami juga tidak pernah membuang minyak ke saluran tersebut,” tegasnya.
Terkait temuan material cair di saluran luar yang menyerupai minyak, pihak manajemen berjanji akan melakukan penelusuran internal.
“Nanti akan dievaluasi lebih lanjut, apakah memang berasal dari pihak kami atau bukan,” tambah Setyo.
Pihak pengelola menyadari bahwa pendangkalan dan tidak lancarnya drainase di area menjadi faktor utama yang memicu timbulan sampah serta bau menyengat, yang berpotensi menyebabkan genangan saat musim hujan.
Manajemen Mie Gacoan pun berharap Pemerintah Kabupaten Indramayu dapat segera melakukan pembenahan infrastruktur saluran di kawasan tersebut.
“Harapannya ke depan saluran di depan ini bisa lancar dan bersih, supaya kondisinya tidak seperti sekarang,” pungkas Setyo.
Hingga berita ini diturunkan, dinas terkait di Pemkab Indramayu belum memberikan keterangan resmi maupun melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan sumber utama pencemaran di saluran air tersebut. **
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

