INDRAMAYU – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, angkat bicara terkait keputusan mantan kadernya, Nina Agustina, yang kini bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menanggapi pertanyaan mengenai sikap resmi partai, Sirojudin menegaskan bahwa pernyataan resmi akan disampaikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
“Kalau sikap resmi partai, biar DPP partai yang akan menyampaikan,” ujarnya saat dikonfirmasi Beritasuper.com. Selasa (25/2/2026).
Secara pribadi dan kelembagaan di tingkat cabang, ia menilai langkah tersebut sebagai hal yang wajar dalam politik.
“Bagi kami biasa saja. Ini dinamika dalam berpolitik, jadi tidak usah dikhawatirkan,” katanya.
Sirojudin juga menegaskan bahwa PDI Perjuangan di Indramayu tetap solid. Ia menyebut partainya baru saja melaksanakan konferensi cabang (konfercab), musyawarah anak cabang (musancab), musyawarah ranting (musran), dan musyawarah anak ranting (musanran).
Menurutnya, dari rangkaian konsolidasi tersebut, jumlah kepengurusan yang terbentuk mencapai lebih dari 6.000 orang.
“Pengurus itu semuanya punya keluarga. Jadi tidak usah khawatir akan kehilangan basis massa,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai evaluasi kaderisasi, Sirojudin menyampaikan pandangannya bahwa kader militan tidak mudah berpindah partai.
“Kalau betul mereka kader militan, tidak mungkin pindah partai. Kader seperti itu biasanya kader kutu loncat, pragmatis, dan cari aman,” ucapnya.
Sebelumnya, mantan Bupati Indramayu Nina Agustina menyatakan bergabung dengan PSI usai bertemu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo. (*)
Ali/BS
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

