INDRAMAYU — Dua figur pengusaha, Yogi Kurniawan dan Sri Budiharjo (SBH), menyatakan kesiapan bersaing dalam bursa pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu periode 2026–2030.
Kontestasi ini diperkirakan menjadi perhatian publik olahraga daerah karena keduanya memiliki latar belakang dan pendekatan berbeda dalam pengelolaan organisasi olahraga.
Pemilihan Ketua KONI Indramayu dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat melalui mekanisme musyawarah olahraga kabupaten (Musorkab).
Sejumlah cabang olahraga (cabor) dan pemangku kepentingan olahraga daerah akan menjadi penentu arah kepemimpinan KONI Indramayu lima tahun ke depan.
Latar Belakang Kandidat
Yogi Kurniawan dikenal sebagai pengusaha yang bergerak di sektor properti dan wisata kuliner di Kabupaten Indramayu.
Melalui Land Grup, ia mengembangkan sejumlah kawasan perumahan yang terintegrasi dengan pusat kuliner.
Yogi menegaskan bahwa pencalonannya dilandasi keinginan untuk melakukan pembenahan manajemen KONI secara menyeluruh.
“KONI harus dikelola secara profesional dengan sistem manajemen modern. Selama ini pembinaan atlet terlalu bergantung pada anggaran pemerintah. Ke depan, harus ada terobosan dengan melibatkan pihak swasta,” ujar Yogi kepada wartawan.
Menurut Yogi, kolaborasi dengan dunia usaha dapat menjadi solusi atas keterbatasan anggaran pembinaan atlet.
Ia menyebut visinya adalah mendorong kemajuan olahraga Indramayu agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Di sisi lain, Sri Budiharjo atau SBH merupakan pengusaha yang bergerak di bidang penyediaan bahan bakar minyak (BBM) dan memiliki sejumlah SPBU di wilayah Indramayu dan Cirebon.
Selain itu, SBH juga merintis usaha di sektor kuliner. Berbeda dengan Yogi, SBH memiliki pengalaman organisasi olahraga dan latar belakang kepartaian.
Pengalaman Organisasi Olahraga
SBH menyampaikan bahwa keputusannya maju sebagai calon Ketua KONI didasarkan pada pengalamannya yang cukup panjang di lingkungan KONI dan cabang olahraga. Ia mengaku telah terlibat dalam organisasi olahraga sejak awal tahun 2000-an.
“Sejak era dua ribuan awal, saya sudah menjadi bagian dari KONI. Saya pernah memegang cabang olahraga, sehingga memahami kebutuhan pembinaan atlet dan tantangan organisasi,” kata SBH, Rabu (4/2/2026).
SBH menambahkan, konsep kemandirian menjadi salah satu fokus utamanya jika dipercaya memimpin KONI Indramayu.
Menurutnya, keseimbangan antara dukungan pemerintah, swasta, dan tata kelola yang baik menjadi kunci kemajuan olahraga daerah.
Media ini membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak panitia KONI maupun pemangku kepentingan olahraga lainnya untuk memberikan penjelasan terkait mekanisme pemilihan serta kriteria calon Ketua KONI Indramayu.
Kontestasi dua pengusaha ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan jabatan, tetapi juga momentum untuk memperkuat pembinaan atlet dan prestasi olahraga Kabupaten Indramayu secara berkelanjutan. (*)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

