Close Menu
Beritasuper.comBeritasuper.com
    Facebook Instagram
    Beritasuper.comBeritasuper.com
    • Politik
    • Hukum
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Entertaiment
    • Sport
    • Nasional
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sabtu, Mei 9
    Beritasuper.comBeritasuper.com
    Home » Ragam » Indramayu » Tak Pernah Tersentuh Bantuan, Tukang Cukur Indramayu Ini Tetap Bantu Anak Yatim
    Indramayu

    Tak Pernah Tersentuh Bantuan, Tukang Cukur Indramayu Ini Tetap Bantu Anak Yatim

    Di tengah keterbatasan dan minim perhatian pemerintah, Sukardi tetap menjalankan pangkas rambut sederhana demi membantu warga kecil
    By Redaksi9 Mei 20267K Views
    Sukardi, tukang cukur di Pangkas Rambut BSI Bojongsari Indramayu, sedang mencukur pelanggan di tempat usaha sederhana miliknya.
    Foto Sukardi (56) melayani pelanggan di Pangkas Rambut BSI, Bojongsari, Indramayu
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

    Indramayu – Di sebuah lorong gang kecil di kawasan Bojongsari, Kabupaten Indramayu, suara gunting yang beradu pelan dengan sisir terdengar nyaris tanpa henti. Sebuah kursi cukur sederhana berdiri di ruangan sempit yang jauh dari kesan mewah.

    Namun dari tempat kecil itulah, Sukardi (56) menjalani pengabdian hidup yang sudah bertahan selama 23 tahun.

    Pesan Jasa pembuatan website dan aplikasi Super Digital

    Pangkas Rambut BSI miliknya bukan sekadar tempat mencukur rambut. Bagi sebagian warga, terutama anak-anak sekolah dan keluarga kecil dengan penghasilan terbatas, tempat itu menjadi ruang pelayanan murah yang tetap menjaga kualitas dan rasa kemanusiaan.

    “Ya 23 tahun berjalan, 23 perjalanan,” ujar Sukardi sambil tersenyum tipis.

    Pesan Jasa E-commerce Super Digital

    Setiap hari, pria paruh baya itu melayani sekitar 20 hingga 25 pelanggan. Mulai dari anak-anak SD, pelajar SMA, hingga orang tua datang silih berganti. Di tengah harga kebutuhan hidup yang terus naik, Sukardi memilih tetap mempertahankan tarif cukur yang nyaris sulit dipercaya.

    “Kalau anak kecil tuh SD sampai SMA yang masih sekolah, saya nggak naikkan. Dari awal buka tetap Rp3.000,” katanya.

    Pesan Jasa E-commerce Super Digital

    Sementara untuk pelanggan dewasa, tarif yang dipatok hanya sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000. Bahkan tak jarang ia mengembalikan sebagian uang pelanggan yang dianggap memberi terlalu banyak.

    “Ada ngasih Rp5.000, kita kasih kembalian Rp1.000. Nggak usah segitu,” tuturnya.

    BACA JUGA :  Kodim 0616/Indramayu Tanamkan Nilai Disiplin pada Anak Usia Dini Bersama TK Padu Bunga Rangga

    Di tengah dunia usaha yang identik dengan keuntungan, Sukardi justru menempatkan empati sebagai bagian dari pekerjaannya. Anak yatim yang datang ke tempatnya sering kali dibebaskan dari biaya cukur.

    “Kalau ada anak yatim, saya bilang buat jajan aja. Saya tuh suka sedih lihatnya,” ucapnya lirih.

    Kesederhanaan itu terasa nyata dari kondisi tempat usaha yang jauh dari kata modern. Kursi tua, ruang sempit, dan perlengkapan seadanya menjadi saksi perjalanan panjang seorang tukang cukur yang bertahan dengan kemandirian.

    Selama puluhan tahun membuka usaha, Sukardi mengaku belum pernah menerima bantuan pemerintah. Semua dijalani sendiri dari hasil kerja hariannya.

    “Belum pernah dapat bantuan. Selama ini mandiri, dari hasil usaha,” katanya.

    BACA JUGA :  Ziarah Makam Wiralodra, Pemkab Teguhkan Komitmen Lestarikan Tradisi

    Namun di balik keterbatasan itu, Sukardi tetap memiliki harapan sederhana. Ia ingin tempat pangkas rambutnya suatu hari menjadi lebih nyaman untuk pelanggan.

    “Pengen tempatnya lebih bagus lagi. Kursi atau situasinya lebih enak buat yang potong rambut di sini,” ujarnya.

    Kisah Sukardi menjadi gambaran kecil tentang wajah ketahanan ekonomi rakyat bawah di Indramayu. Di saat banyak usaha kecil berguguran menghadapi tekanan ekonomi, ia memilih bertahan dengan prinsip membantu sesama.

    BACA JUGA :  Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu: Selamat Ramadan 1446 H (2025 M) – Air Bersih untuk Keluarga Berkah

    Bukan soal besar kecilnya keuntungan, melainkan bagaimana sebuah usaha bisa tetap menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

    Di tangan Sukardi, gunting bukan hanya alat mencari nafkah. Ia berubah menjadi simbol kepedulian, kesederhanaan, dan pengabdian yang tumbuh diam-diam dari sebuah gang kecil di Bojongsari. **


    Apresiasi Spesial

    Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

    5rb
    20rb
    50rb
    ×

    Scan QRIS Berita Super

    Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

    bojongsari Indramayu tukang cukur Umkm
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Telegram WhatsApp Copy Link
    Previous ArticleLendeng N’D Gank Chapter Timur Tebar Jumat Berkah, Ratusan Nasi Box Dibagikan
    Redaksi
    • Website

    Sosial Media
    Berita Terkait
    Indramayu

    Nama Dicatut dalam Polemik Parkir Karangampel, H. Nico Antonio Buka Data

    7 Mei 2026

    Indramayu — Polemik dugaan kebocoran pengelolaan parkir di Pasar Karangampel, Kabupaten Indramayu, kian memanas. Isu…

    Diduga Kebakaran di Pertamina Cilogog Losarang, Warga Panik

    6 Mei 2026

    Kemenag Indramayu Bagikan 20 Piagam IZOP MDT, Layanan Cepat dan Gratis

    4 Mei 2026

    Lendeng N’D Gank Chapter Timur Tebar Jumat Berkah, Ratusan Nasi Box Dibagikan

    8 Mei 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Tak Pernah Tersentuh Bantuan, Tukang Cukur Indramayu Ini Tetap Bantu Anak Yatim
    • Lendeng N’D Gank Chapter Timur Tebar Jumat Berkah, Ratusan Nasi Box Dibagikan
    • Pengembangan Floating Camp Jadi Sorotan dalam Kunker Kemendes di Indramayu
    • Purna Tugas Aep Surahman: Momentum Uji Ketahanan Birokrasi Pemda Indramayu
    • Era Aep Surahman Berakhir, Penjabat Sekda Indramayu Hadapi Tantangan Berat
    Beritasuper.com
    Facebook Instagram YouTube TikTok Telegram WhatsApp
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Informasi Iklan & Promosi
    • Disclaimer
    Copyright © 2026 Berita Super. All right reserved

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Pesan Website & Aplikasi