INDRAMAYU — Minat generasi muda Kabupaten Indramayu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dinilai masih sangat besar. Namun, perubahan pola pikir lulusan yang semakin rasional dalam menentukan masa depan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan tinggi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Yayasan Wiralodra Indramayu, Dr. H. Dudung Indra Ariska, S.H., M.H., menanggapi hasil survei terhadap 926 siswa SMA/SMK di Kabupaten Indramayu yang menunjukkan sebanyak 32,6 persen responden telah memiliki keputusan pasti untuk melanjutkan pendidikan tinggi, sementara 67,3 persen lainnya masih mempertimbangkan berbagai pilihan.
Menurut H. Dudung, angka tersebut tidak dapat dimaknai sebagai penurunan minat kuliah, melainkan menunjukkan bahwa generasi saat ini lebih selektif dan realistis dalam menentukan pilihan pendidikan.
“Generasi muda hari ini tidak lagi sekadar mengejar gelar. Mereka mempertimbangkan biaya pendidikan, peluang kerja, pengembangan kompetensi, hingga manfaat nyata yang dapat diperoleh setelah lulus. Ini adalah perubahan pola pikir yang harus dipahami dan dijawab oleh perguruan tinggi,” ujarnya. Kamis, (25/06).
Ia menjelaskan, kondisi sosial ekonomi masyarakat turut memengaruhi keputusan lulusan. Banyak siswa yang memilih bekerja terlebih dahulu untuk membantu ekonomi keluarga atau mengumpulkan biaya sebelum melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, situasi ekonomi dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi faktor penting yang memengaruhi prioritas pengeluaran keluarga. Karena itu, perguruan tinggi perlu hadir bukan hanya sebagai penyedia pendidikan, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan solusi akses pendidikan yang lebih terbuka.
Sebagai lembaga yang menaungi Universitas Wiralodra, Yayasan Wiralodra terus mendorong penguatan kualitas pendidikan melalui berbagai langkah strategis, mulai dari perluasan akses beasiswa, pengembangan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, hingga peningkatan relevansi kurikulum terhadap kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi.
Dudung menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan adaptasi, kreativitas, serta daya saing yang tinggi.
“Pendidikan tinggi harus menjadi investasi yang memberikan dampak nyata bagi masa depan mahasiswa, keluarga, dan pembangunan daerah,” katanya.
Selain penguatan akademik, Universitas Wiralodra juga terus memperluas layanan pendampingan bagi calon mahasiswa melalui sosialisasi pendidikan, konsultasi akademik dan karier, pembinaan kemahasiswaan, serta program pengembangan kompetensi yang mendukung kesiapan memasuki dunia kerja.
Ia menilai kelompok lulusan yang saat ini masih berada pada posisi mempertimbangkan untuk kuliah merupakan potensi besar yang harus didukung bersama oleh pemerintah daerah, sekolah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat.
“Peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi bukan hanya tanggung jawab kampus. Ini merupakan agenda bersama dalam membangun sumber daya manusia Kabupaten Indramayu yang lebih unggul dan berdaya saing,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen memperluas akses pendidikan, Universitas Wiralodra saat ini masih membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 hingga Agustus 2026.
Yayasan Wiralodra optimistis, melalui penguatan akses pendidikan dan peningkatan mutu layanan akademik, semakin banyak generasi muda Indramayu yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi dan mengembangkan potensinya secara optimal. (*)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

