INDRAMAYU – Pengumuman pembukaan rekrutmen mendadak oleh Perumdam Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu untuk posisi Satuan Tugas Air Bersih dan Meter (Satgas ABM) menuai sorotan publik. Rekrutmen yang hanya dibuka selama tiga hari, yakni 28–30 Juli 2025, dinilai terlalu singkat dan berpotensi mengurangi transparansi proses seleksi.
Dalam pengumuman resmi yang diunggah melalui situs karir.pdamindramayu.co.id, calon pelamar diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya berusia maksimal 35 tahun, berpendidikan minimal SMA, serta mengunggah dokumen lamaran lengkap. Upah yang ditawarkan disebut setara dengan Upah Minimum Regional (UMR).
Namun, di media sosial, warganet mempertanyakan mekanisme seleksi yang dinilai mendadak. Dalam sebuah unggahan di forum diskusi daring, sejumlah warga menduga adanya ketidaktransparanan. Mereka menilai pengumuman yang hanya berlangsung tiga hari tidak cukup untuk memberikan kesempatan yang adil kepada masyarakat luas.
“Standar penerimaan karyawan seharusnya diumumkan minimal satu minggu sebelum pendaftaran. Selain itu, harus ada jadwal jelas terkait tahapan seleksi, mulai dari sosialisasi ke publik, masa pendaftaran, tes tulis, hingga wawancara,” tulis salah satu akun yang menyuarakan kritik.
Kritik juga mengarah pada posisi Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama PDAM yang dinilai tidak memiliki kewenangan untuk mengangkat karyawan tetap. Publik mempertanyakan urgensi rekrutmen mendadak ini, bahkan muncul dugaan bahwa proses tersebut sekadar formalitas untuk meloloskan peserta yang sebelumnya disebut mengikuti “rekrutmen gelap”.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia seleksi Perumdam Tirta Darma Ayu belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan pendaftaran hanya dibuka dalam waktu singkat serta mekanisme seleksi yang akan diterapkan. **(AZ)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

