Close Menu
Beritasuper.comBeritasuper.com
    Facebook Instagram
    Beritasuper.comBeritasuper.com
    • Politik
    • Hukum
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Entertaiment
    • Sport
    • Nasional
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Jumat, April 17
    Beritasuper.comBeritasuper.com
    Home » Ragam » Ibadah yang Disalahgunakan: Ketika Pernikahan Jadi Alat Tuntutan
    Ragam

    Ibadah yang Disalahgunakan: Ketika Pernikahan Jadi Alat Tuntutan

    Dari komitmen spiritual menjadi hubungan transaksional yang penuh tuntutan.
    By Redaksi21 Februari 2026Updated:21 Februari 2026
    Ilustrasi konflik rumah tangga yang muncul ketika pernikahan atas nama ibadah berubah menjadi relasi transaksional dan penuh tuntutan.
    Ilustrasi konflik rumah tangga yang muncul ketika pernikahan atas nama ibadah berubah menjadi relasi transaksional dan penuh tuntutan.
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

    Pernikahan dalam ajaran agama selalu ditempatkan sebagai ibadah. Ia bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan komitmen moral, spiritual, dan sosial yang sakral. Namun belakangan muncul fenomena yang terasa nyeleneh menikah dengan narasi “untuk ibadah”, tetapi pada praktiknya justru dipenuhi tuntutan berlebihan yang cenderung manipulatif.

    Spiritual Gaslighting: Ketika Dalil Jadi Alat Tekan

    Salah satu bentuk paling halus namun berbahaya adalah manipulasi narasi agama spiritual gaslighting. Dalil dipakai bukan untuk membimbing, melainkan untuk menekan. Kalimat seperti, “Istri harus patuh mutlak,” atau “Suami wajib menanggung semuanya tanpa batas,” sering dikutip tanpa konteks keadilan dan kemampuan.

    Pesan Jasa pembuatan website dan aplikasi Super Digital

    Ketika pasangan mencoba berdialog atau mengutarakan keberatan, respons yang muncul justru tuduhan: kurang iman, tidak taat, atau melawan ajaran agama. Di titik ini, agama tidak lagi menjadi cahaya penuntun, melainkan alat legitimasi dominasi.

    Transaksional vs. Transenden

    Ibadah seharusnya bersifat transenden menenangkan, menumbuhkan, dan mendewasakan jiwa. Namun ketika pernikahan berubah menjadi kalkulasi untung-rugi, relasi pun menjadi transaksional. Pasangan tidak lagi dipandang sebagai mitra seimbang, melainkan sebagai “aset” atau “sumber daya”.

    Pesan Jasa E-commerce Super Digital

    Hubungan yang dibangun di atas logika transaksi akan melahirkan kecemasan permanen. Ada daftar tuntutan, ada target yang harus dipenuhi, ada standar sepihak yang tak pernah selesai. Di sinilah komitmen berubah menjadi kalkulasi.

    Hilangnya Empati dan Ruh Rahmah

    Esensi ibadah dalam pernikahan adalah kasih sayang (rahmah). Empati adalah fondasinya. Namun ketika tuntutan lebih dominan daripada pengertian, empati perlahan hilang.

    Pesan Jasa E-commerce Super Digital

    Pertanyaan yang seharusnya muncul adalah, “Apakah kamu sanggup?” atau “Bagaimana kita menyelesaikan ini bersama?” Tetapi yang sering terdengar justru, “Kenapa kamu tidak bisa memenuhi?” Di situ, relasi berubah dari kerja sama menjadi tekanan sepihak.

    BACA JUGA :  Bupati Bogor Luncurkan Empat Posko Lapangan untuk Penanganan Bencana Alam
    Perspektif Kewajiban Suami Istri

    Sebagaimana disampaikan oleh ustadz Khalid Basalamah, suami dan istri adalah mitra dalam ibadah yang bertujuan membangun rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Suami berkewajiban melakukan mu’asyarah bil ma’ruf (bergaul secara baik), memberikan nafkah sesuai kemampuan, membimbing agama, serta memenuhi hak biologis istri.

    Sementara itu, istri berkewajiban taat selama tidak dalam perintah maksiat, menjaga kehormatan, mengelola rumah tangga, dan menjaga amanah ketika suami tidak ada.

    Prinsip dasarnya adalah keseimbangan hak dan kewajiban. Ketika suami memenuhi hak istri dan istri menjalankan kewajibannya dengan ikhlas, rumah tangga diharapkan menjadi “taman surga”.

    Minimnya Edukasi Pra-Nikah

    Fenomena ini juga dipicu oleh kurangnya edukasi pra-nikah yang jujur dan realistis. Banyak pasangan masuk ke jenjang pernikahan hanya dengan modal romantisme dan narasi normatif: “Nanti juga saling menyesuaikan,” atau “Cinta akan menyelesaikan semuanya.”

    Padahal isu nilai hidup, pengelolaan keuangan, batasan pribadi (boundary), ekspektasi peran, hingga visi jangka panjang jarang dibicarakan secara terbuka. Ketika realitas datang, benturan tak terhindarkan. Dan dalih agama sering kali dijadikan jalan pintas untuk memenangkan argumen.

    Ibadah atau Eksploitasi?

    Mengatasnamakan ibadah untuk membenarkan sikap oportunistik bukan hanya mencederai pasangan, tetapi juga merusak marwah nilai agama itu sendiri. Jika agama dijadikan tameng untuk menekan, maka yang terjadi bukanlah ibadah, melainkan eksploitasi relasional.

    Narasi agama seharusnya membebaskan dan memuliakan, bukan mengekang dan menindas. Pernikahan adalah kerja sama jangka panjang yang dibangun di atas kejujuran, kesetaraan, tanggung jawab, dan empati.

    Sudah saatnya publik lebih kritis. Ibadah bukan sekadar label, melainkan proses yang tercermin dalam sikap sehari-hari. Jika sejak awal niatnya tulus, maka yang lahir adalah kemitraan yang saling menguatkan bukan daftar tuntutan yang tak berujung.

    BACA JUGA :  Jelang Ramadhan, PGRI Leuwiliang Perkuat Karakter dan Persaudaraan

    Karena pada akhirnya, ibadah yang sejati tidak pernah menjadikan pasangan sebagai objek tekanan, melainkan sebagai amanah untuk dimuliakan.**

    Ali/BS


    Apresiasi Spesial

    Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

    5rb
    20rb
    50rb
    ×

    Scan QRIS Berita Super

    Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

    pernikahan
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Telegram WhatsApp Copy Link
    Previous ArticlePKB Indramayu Gelar Aksi FoodBank, Borong dan Bagikan Takjil untuk Warga
    Next Article Syaefudin Dikabarkan Merapat ke Gerindra, Ini Faktanya
    Redaksi
    • Website

    Sosial Media
    Berita Terkait
    Indramayu

    Kesepakatan Bersama Ditetapkan, Konflik Trayek Primajasa dan Elf Mereda

    8 April 2026

    INDRAMAYU — Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu menetapkan pembatasan pengambilan penumpang antara bus Primajasa dan angkutan…

    Heboh Aset Hilang Rp1,6 Miliar, BKAD Bongkar Penyebab Tak Terduga

    17 April 2026

    Komisi II DPRD Indramayu Gandeng Kompi, Bahas PSN Revitalisasi Tambak Pantura dengan KKP

    14 April 2026

    Pelatihan Gratis ! BLK Indramayu Siapkan Program untuk Pencari Kerja

    15 April 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Heboh Aset Hilang Rp1,6 Miliar, BKAD Bongkar Penyebab Tak Terduga
    • Kerangka Manusia Ditemukan di Sungai Citarum, Polisi Lakukan Identifikasi
    • Pelatihan Gratis ! BLK Indramayu Siapkan Program untuk Pencari Kerja
    • Musrenbang Jabar 2026 Bahas Arah Pembangunan dan Sinergi Pembiayaan Kesehatan
    • Dosen Polindra Kembangkan Mesin Control Atmosfer Storage, Mangga Bisa Tahan Hingga 25 Hari
    Beritasuper.com
    Facebook Instagram YouTube TikTok Telegram WhatsApp
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Informasi Iklan & Promosi
    • Disclaimer
    Copyright © 2026 Berita Super. All right reserved

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Pesan Website & Aplikasi