INDRAMAYU — Menyongsong usia Kabupaten Indramayu menuju lima abad, berbagai harapan masyarakat terhadap arah pembangunan daerah kembali menjadi perhatian.

Persoalan tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai dari infrastruktur, pelayanan kesehatan, pengelolaan sampah, birokrasi hingga lapangan pekerjaan.

Ketua Fraksi PKS Indramayu, H. Ruswa, menilai terdapat sejumlah perkembangan pembangunan yang patut dicermati dalam perjalanan pemerintahan daerah.

“Kita harus akui bahwa pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan PJU mengalami kemajuan signifikan pada tahun ini,” ujar H. Ruswa saat dimintai tanggapan, Kamis (8/10).

Menurutnya, pelayanan dasar kesehatan juga masih menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah bersama DPRD, salah satunya melalui keberlanjutan program Universal Health Coverage (UHC).

“Pemerintahan daerah, dalam hal ini Bupati dan DPRD, tetap berkomitmen melanjutkan pelayanan dasar kesehatan dengan program UHC prioritas,” katanya.

Selain kesehatan, H. Ruswa turut menyoroti persoalan sampah. Ia menyebut pemerintah daerah menunjukkan komitmen melalui pengalokasian anggaran untuk pembelian lahan seluas enam hektare serta penambahan armada pengangkut sampah.

Langkah tersebut, menurutnya, berkaitan dengan rencana pengembangan program pembangkit listrik tenaga sampah.

Di sisi lain, ia mengakui masih terdapat sejumlah agenda pemerintahan yang berada dalam tahap proses, termasuk penataan birokrasi.

“Memang masih ada beberapa program yang masih berproses, seperti penataan birokrasi yang masih banyak pejabat Plt. Kita harapkan akhir tahun ini bisa diselesaikan,” ucapnya.

Terkait lapangan pekerjaan, H. Ruswa mengatakan peluang kerja di Indramayu dinilai mulai terbuka secara bertahap seiring masuknya perusahaan yang berinvestasi di kawasan industri.

“Lapangan pekerjaan secara bertahap peluangnya terus terbuka, seiring mulai masuknya perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di kawasan industri di Indramayu,” ujarnya.

Sementara mengenai masih tingginya minat masyarakat Indramayu menjadi pekerja migran Indonesia (PMI), H. Ruswa menilai salah satu pertimbangannya adalah besaran upah.

“Terkait masih banyaknya minat PMI karena pertimbangan besaran upah yang diharapkan. Jadi wajar kalau mengejar upah yang besar, sementara ini di luar negeri,” katanya.

Berbagai persoalan tersebut menjadi bagian dari pekerjaan rumah pembangunan daerah menjelang Indramayu memasuki usia lima abad. ** AR


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

Share.
Pesan Website & Aplikasi
Exit mobile version