INDRAMAYU — Menyusul pemberitaan mengenai dugaan tawuran antarpelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kecamatan Balongan, Kepala Sekolah H. Samsari memberikan klarifikasi resmi terkait keterlibatan sejumlah siswa dalam peristiwa tersebut, Selasa (6/10).

Dari penjelasan pihak sekolah, tercatat 15 siswa berasal dari kelas VII, VIII, dan IX yang berkaitan dengan peristiwa itu. Pihak sekolah menyatakan telah secara berkelanjutan melakukan upaya pencegahan dan pembinaan kepada seluruh peserta didik.

“Pihak sekolah sudah sering memperingatkan siswa tentang bahaya geng motor, termasuk bekerja sama dengan pihak Polsek maupun Polres,” ujar H. Samsari saat dikonfirmasi Beritasupercom. Selasa, (6/10).

Pengarahan langsung dari aparat kepolisian terakhir diberikan pada Senin, 28 September 2026. Sementara itu, edukasi dan pembinaan terkait kedisiplinan serta bahaya tawuran disampaikan pihak sekolah hampir setiap hari setelah pembiasaan pagi.

Seluruh siswa juga telah diberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum yang akan diterima jika terlibat tawuran.

“Jika terlibat tawuran, akan diproses secara hukum,” tegasnya.

Terkait kejadian tersebut, pihak sekolah menyatakan penyesalan yang mendalam dan berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali.

“Kami sangat menyesal dengan kejadian ini. Semoga tidak terulang kembali,” kata Samsari.

Ia juga mengingatkan seluruh siswa agar tidak mudah terpengaruh lingkungan maupun kelompok yang dapat merusak masa depan.

“Siswa adalah calon pemimpin bangsa. Fokuslah dalam belajar, kejarlah cita-cita. Jangan rusak cita-cita dengan langkah yang salah. Jangan ikut geng motor, jangan tawuran,” pesannya.

Lebih lanjut, Samsari memohon dukungan dan kerja sama dari orang tua serta masyarakat luas dalam melakukan pengawasan terhadap anak di luar lingkungan sekolah.

“Guru tidak bisa mendidik dan mengawasi anak-anak selama 24 jam. Untuk itu, mohon kerja samanya agar kita bersama-sama mendidik dan mengawasi anak-anak, khususnya setelah mereka pulang dari sekolah,” pungkasnya.

Pihak sekolah menegaskan komitmen untuk terus memperkuat pendidikan karakter serta mempererat kerja sama dengan orang tua, masyarakat, dan aparat keamanan guna mencegah keterlibatan pelajar dalam tawuran maupun aktivitas kelompok yang berpotensi merugikan masa depan mereka.**


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

Share.
Pesan Website & Aplikasi
Exit mobile version