INDRAMAYU — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengumpulkan dana kemanusiaan sebesar Rp 458 juta untuk membantu warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penggalangan dana spontan ini dilakukan di sela kegiatan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Pejabat Publik PKS yang berlangsung di Hotel Pullman, Jakarta, pada 19–21 Oktober 2026.
Kegiatan rutin untuk konsolidasi dan peningkatan kapasitas kader tersebut dihadiri lebih dari 1.500 pejabat publik PKS dari seluruh Indonesia.
Di sela pemaparan materi dari pimpinan partai dan diskusi ahli, isu bencana asap akibat karhutla di sejumlah daerah mencuat dan memantik aksi penggalangan bantuan.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Indramayu, H. Ruswa, yang hadir dalam forum tersebut menyatakan bahwa isu bencana ekologis ini bukan hanya sekadar urusan pemulihan dampak sosial, melainkan menyangkut tanggung jawab pengelolaan lingkungan terutama sektor swasta.
“Setiap kita, apalagi korporasi, harus menjaga kelestarian lingkungan. Karena sekali terjadi kebakaran hutan dan lahan, dampak polusi asapnya mengancam kesehatan dan jiwa manusia,” kata Ruswa. Kamis, (22/10).
H. Ruswa menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh ragu menindak tegas pihak-pihak yang diduga sengaja membakar atau lalai menjaga konsesi lahan mereka.
Menurut dia, pengusutan yang tuntas dan sanksi hukum yang berat bagi korporasi penjahat lingkungan adalah kunci utama agar bencana serupa tidak berulang setiap tahun.
“Negara harus tegas untuk mengusut dan memberi sanksi,” ujarnya.
Aksi solidaritas ini menjadi potret respons politik di tengah lambatnya penanganan Karhutla dan belum optimalnya penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan. **
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

