INDRAMAYU – Kabar mengejutkan menyeruak terkait pasokan air baku untuk wilayah Indramayu timur, setelah PAM Tirta Kamuning Kuningan (pemasok air baku utama Perumdam TDA Indramayu) menerima surat peringatan ketiga (SP-3) dari Kementerian Kehutanan.
SP-3 dengan nomor S.480/KSDAE/PJL/KSA.04/11/2025 tertanggal 17 November 2025 menyatakan bahwa PAM Tirta Kamuning belum memenuhi kewajiban perizinan pemanfaatan jasa lingkungan air/energi air.
Jika dalam 30 hari (hingga 17 Desember 2025) izin belum dilengkapi, seluruh operasional di lokasi dimaksud harus dihentikan sementara, merujuk Pasal 73 Ayat 4 Peraturan Menteri LHK Nomor P.18/2019.
Ditemui di kantornya Kuningan, Jumat (5/12), Kasubag Litbang PAM Tirta Kamuning Atang Kardewa mengakui menerima SP-3, tetapi menegaskan teguran tersebut tidak terkait sumber air untuk Indramayu.
“Izin yang dipermasalahkan di Cigorowong, sedangkan pasokan untuk Indramayu dari Talaga Remis, Talaga Nilem, Kaduela, dan Cicerem,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa sesuai MoU tahun 2025–2026, pihaknya mampu mengalirkan maksimal 100 liter per detik, sehingga klaim tidak memenuhi kebutuhan adalah keliru.
Namun, Direktur Perumdam TDA Indramayu H. Nurpan dalam wawancara Kamis (4/12) bersama Ketua PWI Indramayu Dedy S. Musashi menyampaikan kondisi berbeda.
Menurutnya, berdasarkan MoU seharusnya menerima 405 liter per detik, tetapi realisasinya hanya 94–96 liter per detik.
“Setiap bulan membayar Rp2 miliar, tetapi volume tidak sesuai ekspektasi. Perusahaan merugi,” ujar Nurpan, yang juga menambahkan akan mencari alternatif jika pasokan semakin tidak stabil.
Pernyataan kedua belah pihak saling bertolak belakang, baik soal kapasitas pasokan maupun dampak SP-3 terhadap suplai Indramayu.
Meskipun PAM Tirta Kamuning memastikan suplai aman, debit yang mengalir hanya mencapai kurang dari 25% MoU dan dibayangi masalah administratif.
Jika SP-3 berujung pada penghentian sebagian operasi dan cadangan air lain tidak mencukupi, potensi gangguan pasokan bagi warga Indramayu timur (Kedokan Bunder, Karangampel, Krangkeng) yang bergantung pada pasokan dari Kuningan bukan mustahil terjadi.
(Red/BS)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.
