Indramayu – Pernyataan optimistis Kabid Bina Marga DPUPR Indramayu, Wimbanu Eko Santoso, yang menyebut 88 persen jalan kabupaten kini dalam kondisi mantap, justru memicu gelombang reaksi keras dari warga melalui media sosial.
Sebelumnya, Wimbanu menyatakan di detikjabar bahwa dari total 827 kilometer jalan kewenangan kabupaten, mayoritas telah berada dalam kondisi baik dan selaras dengan target kinerja DPUPR tahun 2025.
Ia juga menambahkan bahwa sepanjang tahun ini, pihaknya telah memperbaiki 32 titik jalan, antara lain ruas Babakandampyang–Gantar dan Jatimulya–Cikedung.
Namun, klaim tersebut langsung ditentang warga di platform media sosial khususnya Indramayu Info.
Komentar pedas pertama muncul dari Wida Sari yang mengkritik kualitas pengecoran jalan yang bergelombang.
“Mending corane rata, iki mah enjot-enjotan, gawe rusak kendaraan lara weteng,” tulisnya.
Tak berhenti di situ, Kang Eyeg bahkan menantang DPUPR untuk turun langsung ke lapangan.
“Coba cek jalan kabupaten di Rancajawat, Cangko, Sukaperna, Pagedangan, Tukdana. Bilang bagus? Pantau pakai satelit,” sindirnya.
Keluhan juga datang dari Daniel Azzam yang mengeluhkan jalan Sukra menuju Bogis yang tak kunjung diperbaiki meski sudah lama rusak.
“Coba ditinjau dalan Sukra arah Bogis padahal drng sue diperbaiki,” ujarnya, yang kemudian disanggup oleh Taufik Hidayat dengan keluhan serupa.
Secara keseluruhan, netizen menilai narasi “88 persen mantap” terlalu jauh dari realita sehari-hari. Mereka menyebut sebagian wilayah masih menghadapi masalah jalan berlubang, permukaan beton bergelombang, ruas yang “seperti sawah kering”, dan kerusakan bertahun-tahun yang tak kunjung ditangani.
Sampai berita ini diturunkan, pihak DPUPR Indramayu belum memberikan pernyataan resmi apapun untuk menanggapi gelombang kritikan dan pembantahan dari netizen.
(Red/BS)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.
