Close Menu
Beritasuper.comBeritasuper.com
    Facebook Instagram
    Beritasuper.comBeritasuper.com
    • Politik
    • Hukum
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Entertaiment
    • Sport
    • Nasional
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kamis, Oktober 22
    Beritasuper.comBeritasuper.com
    Home » Ragam » Peristiwa » Susu Basi Diduga Jadi Biang Keracunan 17 Siswa SD di Rambatan Wetan Indramayu
    Peristiwa

    Susu Basi Diduga Jadi Biang Keracunan 17 Siswa SD di Rambatan Wetan Indramayu

    Karyawan dapur penyedia mengakui makanan berasal dari tempat mereka
    By Redaksi22 Oktober 2026Updated:22 Oktober 202633K Views
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

    INDRAMAYU — Sebanyak 17 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, di laporkan mengalami gejala dugaan keracunan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (22/10/2026).

    Dari belasan siswa yang bergejala, dua di antaranya harus menjalani perawatan intensif (opname) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu lantaran mengalami dehidrasi akibat intoksikasi makanan.

    Pesan Jasa pembuatan Kaos

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 233 siswa SDN 1 Rambatan Wetan menerima pembagian makanan dari mitra penyedia program MBG, Yayasan Gubug Gennurruh El Qudsy (SPPG Rambatan Wetan), sekitar pukul 09.00 WIB.

    Usai menyantap makanan yang terdiri dari nasi putih, tahu goreng, martabak telur, dan susu kemasan tersebut, para siswa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar berupa olahraga di lapangan sekolah sekitar pukul 09.30 WIB.

    Pasang Iklan

    Namun, sekitar pukul 10.30 WIB saat kegiatan berlangsung, sejumlah siswa mendadak mengeluhkan pusing, mual, muntah, hingga lemas.

    Guru dan pihak sekolah segera mengambil tindakan darurat dengan memberikan penanganan awal di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta mengevakuasi belasan siswa lainnya ke Puskesmas Rambatan Sindang.

    Pesan Jasa pembuatan website dan aplikasi Super Digital

    Dua orang siswa, yakni S dan H terpaksa dirujuk ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan perawatan lanjutan dan observasi ketat.

    Berdasarkan pemeriksaan fisik awal terhadap sisa logistik di lapangan, ditemukan beberapa Susu Kemasan Merek Clevo dalam kondisi menggumpal secara tidak wajar.

    Pasang Iklan

    📢 PASANG IKLAN DI WEBSITE KAMI

    Promosikan bisnis, produk, atau jasa Anda dengan harga terjangkau.

    💬 Hubungi via WhatsApp

    Diduga kuat produk susu tersebut telah mengalami kerusakan kemasan, penurunan kualitas kelayakan konsumsi, atau kontaminasi bakteri pra-konsumsi akibat buruknya manajemen penyimpanan (storage control).

    BACA JUGA :  Disdikbud Indramayu Gagal Awasi, Praktik Pungli Sekolah Negeri Kembali Terbongkar

    Pantauan Beritasupercom di lapangan bermula dari melihat orang tua siswa yang ditemui di area Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Indramayu. Pihak keamanan IGD RSUD Indramayu membenarkan adanya dua siswa SD yang masuk dan mendapatkan perawatan medis akibat dugaan keracunan makanan.

    Meski peliputan media sempat tertahan oleh petugas keamanan karena menunggu prosedur perizinan dari Humas RSUD, orang tua korban mengonfirmasi insiden tersebut serta membagikan informasi kronologis yang dikirimkan pihak sekolah.

    Insiden ini juga dibenarkan oleh pihak SDN 1 Rambatan Wetan. Penjaga sekolah saat ditemui di lokasi membenarkan bahwa peristiwa dugaan keracunan massal tersebut terjadi pada Kamis pagi.

    Sementara itu, saat Beritasupercom mendatangi dapur penyedia makanan SPPG di kawasan Rambatan Wetan, karena tidak bertemu yang berwenang langsung, seorang karyawan setempat mengonfirmasi bahwa pasokan makanan untuk program MBG di sekolah tersebut berasal dari dapur mereka.

    ” Seluruh Staf tidak ada ditempat, benar ini SPPG Yayasan Gubug Gennurruh El Qudsy , iya ada kejadian tersebut (dugaan keracunan) dari SPPG ini,” ujar karyawan tersebut saat ditemui di lokasi.

    BACA JUGA :  Banjir Dadakan Rendam 8 Desa di Indramayu, Ketinggian Air Capai 1 Meter

    Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 15 siswa yang sempat menjalani rawat jalan dan observasi di Puskesmas Sindang telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing dalam kondisi stabil bawah pengawasan orang tua.

    Kasus ini kembali memunculkan sorotan terhadap pengawasan rantai pasok makanan program Makan Bergizi Gratis di tingkat desa dan kecamatan di Indramayu. **


    Apresiasi Spesial

    Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

    5rb
    20rb
    50rb
    ×

    Scan QRIS Berita Super

    Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

    Pesan Jasa pembuatan website dan aplikasi Super Digital
    Indramayu keracunan MBG sdn 1 Rambatan Wetan
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Telegram WhatsApp Copy Link
    Previous ArticleWabup Syaefudin Ditahan, Ini Penjelasan Bagian Hukum Pemkab Indramayu
    Redaksi
    • Website

    Sosial Media
    Berita Terkait
    Hukum

    Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Kenakan Rompi Merah

    21 Oktober 2026

    BANDUNG — Kejaksaan Tinggi Jawa Barat resmi menahan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, atas dugaan korupsi…

    Soal Miras Oplosan, Satpol PP Indramayu Dinilai Tabrak Prosedur

    18 Oktober 2026

    Terungkap! Siasat Pedagang Miras di Indramayu Kelabuhi Petugas Satpol PP

    19 Oktober 2026

    Wabup Syaefudin Ditahan, Ini Penjelasan Bagian Hukum Pemkab Indramayu

    22 Oktober 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Susu Basi Diduga Jadi Biang Keracunan 17 Siswa SD di Rambatan Wetan Indramayu
    • Wabup Syaefudin Ditahan, Ini Penjelasan Bagian Hukum Pemkab Indramayu
    • Donasi Karhutla dari Bimteknas, H.Ruswa Desak Negara Tegas
    • Bulog dan DKPP Indramayu ‘Goyang’ Harga Pasar Lewat GPM
    • Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Kenakan Rompi Merah
    Beritasuper.com
    Facebook Instagram YouTube TikTok Telegram WhatsApp
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Informasi Iklan & Promosi
    • Disclaimer
    Copyright © 2026 Berita Super. All right reserved

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Pesan Website & Aplikasi