INDRAMAYU — Forum Perjuangan Wartawan Indramayu (FPWI) angkat bicara terkait dugaan pungutan liar di lingkungan sekolah dasar, termasuk di SD Negeri 1 Paoman.
Sekretaris Jenderal FPWI Tomi Susanto menilai praktik pungutan yang dikeluhkan wali murid, mulai dari biaya buku paket hingga iuran pramuka, telah membebani orang tua.
“Bupati Indramayu harus bersikap tegas dengan mencopot kepala dinas yang tidak cakap dalam bekerja. Dari sejumlah media online, kami melihat maraknya dugaan pungli di sekolah dasar, salah satunya SDN 1 Paoman,” tegas Sekjen FPWI.
Sebelumnya, seorang wali murid mengaku harus membayar buku paket Rp560 ribu, Lembar Kerja Siswa (LKS) setiap semester, iuran pramuka Rp5.000 per bulan, serta infak mingguan Rp2.000.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu, Caridin, menegaskan buku paket seharusnya gratis. Namun, ia enggan menjawab soal sanksi bagi sekolah yang tetap melakukan pungutan.
FPWI menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan mendorong wali murid lain untuk melaporkan dugaan pungli di sekolah negeri. **(Red)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.
