INDRAMAYU – Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan fakta yang mengkhawatirkan. Kabupaten Indramayu menjadi daerah dengan persentase tertinggi penduduk berusia 15 tahun ke atas yang tidak memiliki ijazah, yaitu sebesar 22,25 persen. Kamis, (31/7)

Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari satu dari lima warga Indramayu tidak menyelesaikan pendidikan formal hingga memperoleh ijazah.

Temuan ini menempatkan Indramayu di posisi teratas, disusul oleh Kabupaten Cirebon (15,75 persen) dan Kabupaten Subang (15,33 persen).

Tiga Wilayah Teratas dengan Penduduk Tak Punya Ijazah di Jawa Barat 2024:
  1. Kabupaten Indramayu – 22,25%
  2. Kabupaten Cirebon – 15,75%
  3. Kabupaten Subang – 15,33%
Dampak Luas dari Rendahnya Tingkat Pendidikan

Persentase tinggi penduduk tanpa ijazah ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat luas. Tidak hanya soal keterbatasan akses pendidikan, kondisi ini juga berpotensi menciptakan rantai masalah seperti kesenjangan ekonomi, pengangguran, rendahnya daya saing tenaga kerja, hingga minimnya mobilitas sosial.

Pendidikan formal yang tak tuntas kerap menghambat masyarakat dalam mengakses pekerjaan layak, peluang pelatihan kerja, hingga berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Pengamat pendidikan dan pemerhati sosial mendorong adanya gerakan kolaboratif lintas sektor untuk mengatasi persoalan ini. Mulai dari penyediaan pendidikan alternatif seperti kejar paket, beasiswa, program literasi, hingga peningkatan kualitas dan distribusi guru di daerah terpencil.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pendidikan, sekaligus menggandeng dunia usaha dan organisasi masyarakat untuk memperluas akses serta mendorong kesadaran pentingnya pendidikan. **(Az)


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

Share.
Pesan Website & Aplikasi
Exit mobile version