Jakarta, Beritasuper – Pemerintah Kabupaten Indramayu (Pemkab) memberikan dukungan penuh terhadap program revitalisasi tambak Pantura yang digagas oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Program ini bertujuan untuk mengembangkan perikanan budidaya yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, terutama di empat kabupaten yang menjadi lokasi utama.

Direktur Perikanan Air Laut, Tinggal Hermawan, mengungkapkan bahwa revitalisasi dilakukan lantaran banyak tambak di Pantura yang sudah tidak produktif.

Faktor utama yang menyebabkan penurunan produktivitas tambak ini adalah pencemaran air yang tinggi, sehingga budidaya udang menjadi berisiko. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengubah komoditas tambak menjadi nila salin yang lebih tahan terhadap kondisi lingkungan.

Sebagai tahap awal, revitalisasi akan dilakukan di lahan negara seluas 20 hektare di empat kabupaten, termasuk Indramayu. Lahan tersebut mencakup kawasan hutan dan tanah timbul yang diharapkan bisa mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

“Revitalisasi ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, dan memicu pertumbuhan UMKM,” ujar Hermawan. Selasa (11/3).

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, turut mendukung penuh program ini dan menekankan pentingnya dukungan masyarakat serta pemerintah daerah.

Menurutnya, proyek ini bisa menimbulkan culture shock karena tambak modern akan berada dekat dengan kawasan industri, sehingga pendekatan persuasif dan sosialisasi yang baik sangat diperlukan.

Hakim juga menegaskan pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek ini, serta memastikan bahwa tambak modern tidak bersinggungan dengan kawasan industri untuk menghindari potensi konflik lahan.

Revitalisasi tambak Pantura direncanakan mulai pada tahun 2025, dengan target operasi penuh pada pertengahan 2026 dan produksi nila salin mencapai 80 ton per tahun.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, berharap proyek ini menjadi solusi bagi tantangan yang dihadapi tambak-tambak tradisional, mulai dari penurunan kualitas lahan hingga minimnya ketersediaan pakan.

Sementara itu, Staff Khusus Menteri, Bambang Nariyono, menyatakan bahwa revitalisasi ini bukan hanya tentang infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk membangun ekonomi berbasis perikanan yang kuat dan berkelanjutan.

“Ini adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat pesisir,” tutupnya.

Program ini diharapkan dapat membawa perubahan besar bagi kawasan pesisir dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kesejahteraan masyarakat Indramayu dan sekitarnya.


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

Share.
Pesan Website & Aplikasi
Exit mobile version