INDRAMAYU — Dugaan penyalahgunaan aset daerah mencuat di Kabupaten Indramayu. Satu unit Mitsubishi Xpander Ultimate 1.5L A/T tahun 2019 warna hitam metalik tercatat sebagai aset resmi Pemerintah Kabupaten Indramayu, namun di lapangan ditemukan kendaraan serupa menggunakan pelat hitam.

Redaksi Beritasuper.com mengirimkan surat klarifikasi kepada bagian tata usaha dan kepegawaian di lingkungan Pendopo Kabupaten pada 11 Februari 2026. Surat tersebut diterima dan diteruskan ke Bagian Umum pada 13 Februari 2026. Hingga Rabu (18/02), belum ada jawaban resmi atas permintaan klarifikasi itu.

Ketika didatangi, pejabat di Bagian Umum tidak berada di tempat. Petugas keamanan menyebut waktu kedatangan dan kepulangannya tidak menentu.

Surat serupa juga dilayangkan ke Bagian Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Indramayu pada 13 Februari 2026. Berdasarkan tanda terima administrasi, surat telah diterima, namun belum ada tanggapan tertulis maupun jadwal wawancara.

Kepala Bagian Aset BKAD, H. Kamsari, mengaku belum menerima langsung dokumen tersebut. “Tadi saya cek, surat masuk tidak ada di meja saya. Kemungkinan masih di sekretariat,” ujarnya. Kamis, (19/02).

Dokumen STNK menunjukkan kendaraan berpelat merah dan terdaftar atas nama pemerintah daerah. Namun foto yang diterima redaksi memperlihatkan mobil serupa menggunakan pelat hitam dengan nomor berbeda. Saat ditelusuri melalui data pajak kendaraan, nomor itu tercatat sebagai Toyota Avanza 1.3 G M/T.

Perbedaan merek dan tipe kendaraan memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian identitas di lapangan dengan dokumen resmi.

Informasi awal berasal dari sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan dan menduga kendaraan tersebut dijadikan jaminan dalam transaksi pinjam-meminjam dana.

Wakil Ketua Gerakan Pers Lurus, Akurat dan Kritis Kabupaten Indramayu, Lukman , menilai keterbukaan informasi penting untuk mencegah spekulasi.

“Penjelasan resmi diperlukan agar tidak muncul asumsi. Publik berhak mengetahui bagaimana aset daerah dikelola,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Indramayu terkait dugaan tersebut. **

Ali/BS 


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

Share.
Pesan Website & Aplikasi
Exit mobile version