INDRAMAYU – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Dr. Tb. Haeru Rahayu, melakukan kunjungan kerja ke Pendopo Kabupaten Indramayu, Minggu (5/4/2026).

Kedatangan Dirjen KKP bersama staf khusus Menteri dan jajaran direktur disambut Bupati Indramayu Lucky Hakim, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran pemerintah daerah.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan audiensi dan diskusi terkait pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) revitalisasi tambak di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Dalam konferensi pers, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan bahwa koordinasi mengenai program tersebut telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Ia juga mengungkapkan telah beberapa kali diundang oleh Menteri KKP dan Gubernur Jawa Barat untuk membahas program serupa.

Menurut Lucky, program revitalisasi tambak Pantura tidak hanya mencakup Kabupaten Indramayu, tetapi juga melibatkan Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Subang. Program ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan negara di bawah penguasaan Kementerian Kehutanan dengan pengelolaan lintas kementerian.

“Pemerintah daerah berperan mendukung serta mengawal agar pelaksanaan program berjalan sesuai aturan dan tetap memperhatikan kondisi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan seluruh tahapan pelaksanaan dilakukan secara terukur dan transparan serta diawasi sesuai peraturan yang berlaku, termasuk oleh inspektorat kementerian.

Terkait kompensasi atau uang kerahiman yang menjadi perhatian masyarakat, Lucky menjelaskan besaran belum dapat ditentukan sebelum dilakukan pendataan dan pemetaan lahan secara menyeluruh.

“Prosesnya harus diukur dan dipatok terlebih dahulu. Namun, ada sebagian masyarakat yang menolak sebelum ada kepastian, sehingga perlu dicari solusi bersama,” katanya.

Lucky juga menyampaikan adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat terkait proses pematokan lahan. Meski demikian, pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi berulang kali dan membuka ruang dialog, termasuk menerima aspirasi masyarakat melalui aksi unjuk rasa.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya KKP Tb. Haeru Rahayu menyatakan program revitalisasi tambak merupakan upaya pemerintah meningkatkan kualitas budidaya perikanan di Pantura yang selama ini masih didominasi metode tradisional.

Menurutnya, program ini mencakup penataan ekosistem budidaya secara menyeluruh, mulai dari aspek lingkungan, produktivitas, hingga peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan diawasi sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, KKP saat ini juga tengah menjalankan proyek tambak udang terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur, seluas hampir 2.000 hektare dengan nilai investasi sekitar Rp7,2 triliun.

Untuk kawasan Pantura Jawa, alokasi anggaran yang disiapkan diperkirakan mencapai tiga hingga empat kali lipat dari nilai tersebut.

KKP juga dijadwalkan menerima kunjungan Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu pada Rabu mendatang guna membahas lebih lanjut pelaksanaan program tersebut. (Az)


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

Share.
Pesan Website & Aplikasi
Exit mobile version