JAKARTA , BeritaSuper.com – Sebuah kejutan politik terjadi hari ini ketika Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet yang mengguncang pemerintahan. Menteri Keuangan Sri Mulyani dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh ekonom senior Purbaya Yudhi Sadewa. Senin, (8/9).

Reaksi pasar keuangan terhadap perubahan ini beragam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi 1,5% pada perdagangan pagi, namun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,3%.

Para analis pasar menyampaikan kekhawatiran terkait potensi penurunan disiplin anggaran dan tekanan terhadap independensi Bank Indonesia di bawah pemerintahan yang diperkirakan akan lebih ekspansif.

Purbaya Yudhi Sadewa, dalam pernyataan perdananya sebagai Menteri Keuangan, menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Ia meyakini target ini dapat dicapai melalui peningkatan sinergi antara sektor swasta dan pemerintah, dengan fokus pada investasi di sektor infrastruktur dan hilirisasi industri.

Di kancah internasional, reshuffle ini berpotensi menimbulkan ketidakpastian, mengingat Sri Mulyani dikenal sebagai tokoh yang memiliki reputasi global dan sering menjadi pembicara di forum-forum ekonomi dunia.

Meski demikian, penunjukan Purbaya dinilai sebagai langkah pragmatis yang diharapkan dapat menenangkan para investor, asalkan kebijakan yang diambil ke depannya menunjukkan stabilitas.

Aditya Firmansyah, Ketua Umum Lembaga Kajian Hukum Indramayu, menekankan pentingnya sektor keuangan dalam menentukan keberhasilan pemerintahan Prabowo Subianto hingga tahun 2029.

“Sektor keuangan adalah kunci kesuksesan Prabowo Subianto dalam memimpin bangsa ini,” ujarnya.

*(Ali)


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

Share.
Pesan Website & Aplikasi
Exit mobile version