INDRAMAYU – Sebuah video yang memperlihatkan detik-detik mobil tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) meninggalkan lokasi kebakaran perahu nelayan di Pelabuhan Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, viral di media sosial.
Peristiwa kebakaran yang melalap sejumlah kapal nelayan dan bangunan di kawasan pesisir tersebut terjadi pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan unggahan yang beredar di sosial media terlihat satu unit mobil tangki BBM jenis solar bertuliskan PT PBP Trans Group keluar dari area dermaga saat kepulan asap hitam mulai membumbung tinggi.
Mobil tangki tersebut diduga kuat baru saja menyalurkan solar ke salah satu kapal nelayan sebelum api berkobar.
Salah satu pemilik kapal yang menjadi korban, Hj. Yuni, menceritakan bahwa musibah tersebut terjadi saat kapalnya tengah menyedot BBM solar dari mobil tangki ke tempat penampungan kapal.
“Kapal saya sedang mengisi solar dari mobil tangki PT PBP ke tempat penampungan. Katanya api pertama kali muncul dari kapal saya,” ujar Yuni saat ditemui di lokasi dalam kondisi syok.
Api yang cepat membesar menyambar kapal lain di sebelahnya yang diduga milik Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra. Kobaran api juga merembet ke warung-warung warga di sekitar dermaga dan membumihanguskan satu unit mobil Pajero milik Yuni yang terparkir tak jauh dari lokasi kejadian.
Sedikitnya empat unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.
Insiden tersebut mendapat sorotan tajam dari Forum Peduli Indramayu (FPI). Koordinator Umum FPI, Masdi, mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab pasti kebakaran, termasuk memeriksa standar operasional prosedur (SOP) pengisian BBM di area pelabuhan.
“Kepolisian Polres Indramayu harus menyelidiki dan mengusut tuntas kejadian ini. Tidak menutup kemungkinan ada unsur kelalaian atau kelayakan safety saat penyaluran BBM di lokasi,” kata Masdi.
Selain penerapan safety first, pihak FPI juga meminta kepolisian menguji legalitas serta keaslian pasokan BBM solar industri yang didistribusikan ke area pelabuhan guna memastikan tidak ada pelanggaran aturan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT PBP Trans Group maupun kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. **(Red)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.
