INDRAMAYU — Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon Rektor Universitas Wiralodra periode 2026–2030 menjadi sorotan. Namun, pihak yayasan menegaskan bahwa sistem tersebut justru digunakan untuk menjamin objektivitas dan menghindari intervensi dalam proses penilaian.
Ketua Umum Yayasan Wiralodra Indramayu, Dr. H. Dudung Indra Ariska, menyampaikan bahwa penggunaan AI dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, baik yuridis maupun sosiologis.
“Kami ingin menghindari prasangka bahwa rektor sudah ditentukan sebelumnya. Dengan AI, kami tidak memiliki intervensi terhadap penilaian, sehingga hasilnya lebih objektif,” ujarnya saat wawancara Beritasupercom .
Ia menjelaskan, meskipun AI tidak mampu menilai aspek emosional, dari sisi objektivitas hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Penilaian tersebut mencakup sejumlah indikator penting, seperti kepemimpinan, manajerial, tata kelola organisasi, hingga kemampuan pengambilan keputusan strategis.
Dalam proses ini, sistem AI yang digunakan adalah ChatGPT, yang berperan dalam mengolah jawaban dan performa kandidat selama sesi seleksi berlangsung.

Sementara itu, Rektor UNWIR saat ini, Prof. Dr. Ujang Suratno, menyebut bahwa metode ini merupakan yang pertama kali diterapkan di lingkungan kampus tersebut.
“Dulu seleksi lebih bergantung pada panelis. Sekarang ada sesi yang langsung diproses oleh AI, sehingga hasilnya bisa segera diketahui,” katanya.
Adapun komposisi penilaian terdiri dari AI sebesar 60 persen, yayasan 15 persen, dan senat 25 persen. Dari hasil penggabungan nilai tersebut, Prof. Dr. Hj. Ipong Dekawati memperoleh nilai tertinggi, yakni sekitar 83 persen.
Pihak yayasan menilai hasil tersebut menunjukkan tingkat objektivitas yang tinggi, karena seluruh proses penilaian dilakukan secara otomatis tanpa intervensi manusia. Nilai yang dihasilkan langsung ditampilkan oleh sistem.
Dengan demikian, kandidat dengan nilai tertinggi dinilai belum memiliki peluang besar untuk ditetapkan sebagai Rektor UNWIR periode 2026–2030. Keputusan akhir tetap berada di tangan yayasan melalui mekanisme penetapan resmi. (*)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

