INDRAMAYU — Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-57 Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Warda digelar di Aula Nyi Endang Dharma Ayu, Universitas Wiralodra Indramayu, Kamis (5/2). 

Kegiatan ini menjadi forum tertinggi koperasi untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas kepada seluruh anggota, sekaligus membahas program kerja koperasi ke depan.

RAT ke-57 KPRI Warda diikuti oleh anggota koperasi yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Indramayu.

Forum ini diselenggarakan sebagai bagian dari kewajiban tahunan koperasi sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan demokrasi dalam pengelolaan organisasi koperasi.

Dalam rapat tersebut, pengurus KPRI Warda memaparkan laporan pertanggungjawaban pengelolaan aset koperasi yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Laporan disampaikan secara terbuka di hadapan anggota untuk kemudian dibahas dan dievaluasi bersama sebagai dasar pengambilan keputusan organisasi.

Setelah penyampaian laporan pertanggungjawaban, rapat dilanjutkan dengan sesi pembahasan serta penyusunan program kerja koperasi untuk tahun mendatang.

Program kerja tersebut dirumuskan secara partisipatif melalui masukan, saran, dan usulan dari anggota, sebelum akhirnya disepakati dan disetujui secara kolektif dalam forum RAT.

Ketua KPRI Warda periode 2025–2029, H. Rosidi, menyampaikan bahwa RAT menjadi momentum penting bagi pengurus untuk menerima evaluasi langsung dari anggota.

Ia menilai partisipasi aktif anggota dalam forum tersebut menunjukkan kepedulian terhadap keberlangsungan dan kemajuan koperasi.

“Masukan dan saran yang disampaikan anggota sangat konstruktif dan inovatif. Ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pengurus dalam meningkatkan kinerja koperasi ke depan,” ujar H. Rosidi dalam keterangannya kepada Beritasuper.com.

Foto panggung RAT ke-57 KPRI Warda Indramayu Bahas Laporan dan Program Kerja di aula universitas Wiralodra.

H. Rosidi juga mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam pengelolaan keuangan koperasi agar dapat berjalan lebih optimal dan sesuai dengan harapan anggota.

Menurutnya, kritik dan saran yang muncul dalam RAT akan menjadi dasar perbaikan tata kelola koperasi pada periode mendatang.

“Kami menyadari masih ada hal-hal yang perlu dibenahi, khususnya dalam pengelolaan keuangan. Semua masukan dari anggota akan kami jadikan pijakan untuk penguatan kinerja koperasi,” katanya.

Ia menegaskan komitmen pengurus untuk menjalankan koperasi sesuai dengan regulasi yang berlaku serta menjaga kepercayaan anggota melalui pengelolaan yang amanah dan profesional.

Adapun anggota KPRI Warda berasal dari berbagai unsur ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Indramayu.

Mereka meliputi pegawai kantor Kemenag, madrasah, pengawas, kepala sekolah, guru, tenaga tata usaha, unsur Bimbingan Masyarakat (Bimas), hingga Kantor Urusan Agama (KUA) yang mencakup kepala KUA, penghulu, penyuluh, dan staf tata usaha.

Menutup keterangannya, H. Rosidi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota atas partisipasi serta kepercayaan yang terus diberikan kepada pengurus KPRI Warda.

Ia berharap koperasi dapat terus berkembang, sehat secara organisasi, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota.

“Harapan kami, KPRI Warda dapat semakin maju dan tetap berjalan sesuai prinsip koperasi yang sehat serta dikelola oleh pengurus yang bertanggung jawab,” pungkasnya. (*)


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

Share.
Pesan Website & Aplikasi
Exit mobile version