INDRAMAYU — Mediokritas birokrasi dinilai sebagai ancaman serius bagi kualitas pelayanan publik serta masa depan tata kelola pemerintahan daerah.

Pendapat itu disampaikan Founder Beritasuper.com, Aditya Firmansyah, S.Pd., S.H., M.H., C.Med.,  yang mengungkapkan bahwa mediokritas membuat berbagai persoalan birokrasi seolah menjadi hal yang normal dan diterima tanpa evaluasi mendalam.

“Kondisi ini membuat kegagalan terlihat biasa saja. Pelayanan publik yang lamban dianggap wajar, keputusan yang tidak tuntas diterima sebagai kelaziman, sementara kinerja yang biasa-biasa saja terus dipelihara tanpa koreksi yang berarti,” kata Aditya. Rabu (21/1).

Menurut Aditya, birokrasi yang terjebak mediokritas tidak hanya merugikan masyarakat sebagai penerima layanan, tetapi juga melemahkan institusi pemerintahan itu sendiri.

Aparatur yang memiliki kompetensi dan berani berinovasi sering tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk berkontribusi, sementara sistem justru memberi kenyamanan bagi mereka yang memilih bersikap pasif.

“Jika mediokritas dibiarkan berkembang, reformasi birokrasi hanya akan menjadi slogan kosong. Pemerintahan mungkin tetap berjalan secara administratif, tetapi tidak mampu memberikan manfaat substansial bagi rakyat,” jelasnya.

Aditya menegaskan, kritik terhadap birokrasi harus dipahami sebagai bagian dari kontrol sosial yang sah dalam sistem demokrasi.

Pejabat publik seharusnya menjadikan kritik sebagai bahan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja, bukan melihatnya sebagai ancaman.

“Jabatan publik adalah amanah yang harus dapat diukur dan dievaluasi bukan menjadi zona nyaman yang terlindungi,” tegasnya.

Birokrasi perlu bergerak ke arah yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. **


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

Share.
Pesan Website & Aplikasi
Exit mobile version