INDRAMAYU, BeritaSuper.com – Sorotan tajam tertuju pada dugaan pemanfaatan acara tersebut untuk kepentingan tertentu, yang berdampak negatif pada pendidikan siswa.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan siswa dengan seragam sekolah terlihat memadati arena pertandingan pada jam sekolah. Ironisnya, kehadiran mereka diduga bukan atas kemauan sendiri.
Terindikasi bahwa setidaknya beberapa SMPN di Indramayu, diarahkan untuk menonton Bupati Cup.
Seorang siswa bahkan mengaku tidak mengetahui apa pun tentang pertandingan tersebut.
“Tidak tahu, disuruh guru. Bayar Rp10.000 per siswa,” ujarnya dengan polos. Selasa, (9/9).
Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai apakah siswa sengaja “dikerahkan” demi memeriahkan tribun dan menciptakan citra sukses bagi kejuaraan tersebut.
Kecurigaan semakin kuat bahwa pihak sekolah dan panitia memiliki “kerja sama rahasia” untuk memastikan tribun terisi penuh, meskipun harus mengorbankan jam pelajaran. *(Ali)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.
