INDRAMAYU – Persatuan Pedagang Indramayu Bersatu (PPIB) menggelar pertemuan silaturahmi bersama Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Hilal Hilmawan, di Rumah Aspirasi Hilal Hilmawan, Singaraja, Indramayu.
Puluhan pedagang Sport Center Indramayu hadir dan menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi.
Mulai dari kondisi kawasan yang dinilai kurang tertata, persoalan drainase dan banjir, keamanan, keberadaan gerobak pedagang, hingga harapan agar Sport Center tidak sekadar menjadi tempat olahraga.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Hilal Hilmawan, menegaskan komitmennya untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Indramayu, termasuk para pedagang yang beraktivitas di kawasan Sport Center.
Hal itu disampaikan Hilal saat menerima puluhan pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Indramayu Bersatu (PPIB) dalam pertemuan silaturahmi di Rumah Aspirasi Hilal Hilmawan, Singaraja, Indramayu.
Menurut Hilal, pembenahan kawasan harus dilakukan secara menyeluruh. Penataan tidak cukup hanya mengatur posisi pedagang, tetapi juga harus memperhatikan infrastruktur pendukung sehingga kawasan dapat digunakan secara nyaman oleh masyarakat.
Ketua PPIB, Nurbaeti, menegaskan penataan Sport Center harus dilakukan secara serius. Menurutnya, kawasan tersebut semestinya menjadi salah satu etalase ruang publik Kabupaten Indramayu.
“Jangan sampai Sport Center yang seharusnya menjadi etalase ruang publik justru tampil kumuh dan tidak tertata. Kalau ingin Indramayu punya wajah yang baik di mata orang luar, penataannya juga harus serius, bukan sekadar memindahkan pedagang,” tegas Nurbaeti. Senin, (10/8).
Wakil Ketua PPIB, Aris yang akrab disapa Betet, turut menyoroti persoalan banjir, kondisi gerobak dan keamanan di sekitar Sport Center.
“Kondisinya kalau hujan kumuh karena air, kemudian keamanan pedagang juga perlu diperhatikan. Beberapa gerobak pedagang juga sudah layak dan perlu ditata dengan baik,” katanya.
Humas PPIB, Trisno, menyampaikan bahwa berbagai gagasan yang selama ini disampaikan kepada pemerintah daerah merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam membangun Indramayu.
Ia mengusulkan agar Sport Center dikembangkan menjadi kawasan yang memadukan olahraga, edukasi, rekreasi dan ekonomi kreatif.
“Saya ingin konsep ini menjadi sebuah daya tarik. Orang yang datang ke Indramayu bisa melihat berbagai ikon provinsi di Indonesia dalam satu tempat, sekaligus menjadi ruang edukasi, rekreasi, dan kebanggaan daerah,” ujarnya.
Gagasan tersebut dinilai dapat menciptakan alasan baru bagi masyarakat untuk datang ke Sport Center, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pedagang.
Menanggapi seluruh aspirasi tersebut, Hilal memastikan persoalan yang disampaikan pedagang tidak berhenti sebagai pembicaraan dalam forum.
“Aspirasi para pedagang ini akan kami perjuangkan,” ujar Hilal.
Pertemuan PPIB dan Hilal tersebut menjadi catatan bahwa persoalan Sport Center Indramayu tidak berhenti pada soal keberadaan pedagang. Ada persoalan drainase, kebersihan, keamanan, fasilitas publik, tata kelola kawasan hingga arah pengembangan ekonomi masyarakat. **(Az)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.
