INDRAMAYU — DPRD Kabupaten Indramayu menyoroti gangguan distribusi air bersih yang dikelola Perumdam Tirta Darma Ayu. Persoalan ini mencuat setelah banyaknya keluhan masyarakat terkait kelangkaan air dan menurunnya debit distribusi sejak momentum Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah hingga saat ini.
Sorotan tersebut mengemuka dalam kunjungan lapangan (kunlap) Komisi III DPRD ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jatibarang. Kunjungan dilakukan untuk menelusuri penyebab terganggunya pasokan air bersih di sejumlah wilayah.
Kunjungan tersebut dihadiri Direktur Teknik (Dirtek), Direktur Umum (Dirum) PDAM, perwakilan unit Jatibarang, serta pimpinan dan anggota Komisi III DPRD.
Anggota DPRD Indramayu dari Fraksi Partai Golkar, Tatang Sutardi, yang juga mantan Direktur PDAM Indramayu, mengungkapkan adanya perubahan bahan kimia dalam proses pengolahan air. Sebelumnya, PDAM menggunakan tawas berbentuk granula, namun kini beralih ke tawas bubuk.
Menurutnya, perubahan tersebut diduga menjadi salah satu faktor terganggunya distribusi air. Tawas bubuk dinilai memiliki karakteristik lebih lengket dan mudah menggumpal, sehingga berpotensi menyebabkan penyumbatan pada saluran pipa dan menghambat aliran air ke pelanggan.
“Bukan menyalahkan jenis tawasnya, tetapi diduga tidak dilakukan pengujian secara menyeluruh sebelum digunakan,” ujarnya. Jum’at, (27/03).
Ia menegaskan, penggunaan bahan baru seharusnya melalui uji coba bertahap dalam berbagai kondisi, terutama saat musim hujan ketika tingkat kekeruhan air meningkat. Tanpa pengujian yang memadai, risiko gangguan distribusi dinilai akan semakin besar.
Dalam kondisi normal, lanjutnya, penurunan debit air akibat tingginya kekeruhan memang dapat terjadi. Namun, kondisi yang terjadi saat ini dinilai jauh lebih parah karena distribusi air di sejumlah wilayah bahkan tidak mengalir sama sekali.
Ketua Komisi III DPRD Indramayu, Suhendri, turut menegaskan agar PDAM tidak melakukan percobaan penggunaan bahan baru tanpa kajian teknis yang matang.
“Kami mendorong PDAM meningkatkan kualitas layanan, karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai ada uji coba yang justru merugikan warga,” tegasnya. (*)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

