INDRAMAYU — Sebanyak 17 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, di laporkan mengalami gejala dugaan keracunan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (22/10/2026).
Dari belasan siswa yang bergejala, dua di antaranya harus menjalani perawatan intensif (opname) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu lantaran mengalami dehidrasi akibat intoksikasi makanan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 233 siswa SDN 1 Rambatan Wetan menerima pembagian makanan dari mitra penyedia program MBG, Yayasan Gubug Gennurruh El Qudsy (SPPG Rambatan Wetan), sekitar pukul 09.00 WIB.
Usai menyantap makanan yang terdiri dari nasi putih, tahu goreng, martabak telur, dan susu kemasan tersebut, para siswa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar berupa olahraga di lapangan sekolah sekitar pukul 09.30 WIB.
Namun, sekitar pukul 10.30 WIB saat kegiatan berlangsung, sejumlah siswa mendadak mengeluhkan pusing, mual, muntah, hingga lemas.
Guru dan pihak sekolah segera mengambil tindakan darurat dengan memberikan penanganan awal di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta mengevakuasi belasan siswa lainnya ke Puskesmas Rambatan Sindang.
Dua orang siswa, yakni S dan H terpaksa dirujuk ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan perawatan lanjutan dan observasi ketat.
Berdasarkan pemeriksaan fisik awal terhadap sisa logistik di lapangan, ditemukan beberapa Susu Kemasan Merek Clevo dalam kondisi menggumpal secara tidak wajar.
Diduga kuat produk susu tersebut telah mengalami kerusakan kemasan, penurunan kualitas kelayakan konsumsi, atau kontaminasi bakteri pra-konsumsi akibat buruknya manajemen penyimpanan (storage control).
Pantauan Beritasupercom di lapangan bermula dari melihat orang tua siswa yang ditemui di area Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Indramayu. Pihak keamanan IGD RSUD Indramayu membenarkan adanya dua siswa SD yang masuk dan mendapatkan perawatan medis akibat dugaan keracunan makanan.
Meski peliputan media sempat tertahan oleh petugas keamanan karena menunggu prosedur perizinan dari Humas RSUD, orang tua korban mengonfirmasi insiden tersebut serta membagikan informasi kronologis yang dikirimkan pihak sekolah.
Insiden ini juga dibenarkan oleh pihak SDN 1 Rambatan Wetan. Penjaga sekolah saat ditemui di lokasi membenarkan bahwa peristiwa dugaan keracunan massal tersebut terjadi pada Kamis pagi.
Sementara itu, saat Beritasupercom mendatangi dapur penyedia makanan SPPG di kawasan Rambatan Wetan, karena tidak bertemu yang berwenang langsung, seorang karyawan setempat mengonfirmasi bahwa pasokan makanan untuk program MBG di sekolah tersebut berasal dari dapur mereka.
” Seluruh Staf tidak ada ditempat, benar ini SPPG Yayasan Gubug Gennurruh El Qudsy , iya ada kejadian tersebut (dugaan keracunan) dari SPPG ini,” ujar karyawan tersebut saat ditemui di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 15 siswa yang sempat menjalani rawat jalan dan observasi di Puskesmas Sindang telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing dalam kondisi stabil bawah pengawasan orang tua.
Kasus ini kembali memunculkan sorotan terhadap pengawasan rantai pasok makanan program Makan Bergizi Gratis di tingkat desa dan kecamatan di Indramayu. **
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.
