INDRAMAYU – Kemacetan kini menjadi “menu wajib” setiap sore di Jalan D.I. Panjaitan, Karang Anyar, Kabupaten Indramayu. Kondisi ini bukan disebabkan kecelakaan, melainkan kendaraan yang parkir sembarangan hingga memakan badan jalan.
Fenomena tersebut terjadi dalam beberapa pekan terakhir, terutama selama bulan Ramadan. Lonjakan aktivitas belanja menjelang Lebaran membuat kawasan pertokoan dipadati pengunjung dari berbagai wilayah.
Salah satu toko pakaian dengan konsep harga seragam Rp35.000 disebut menjadi magnet utama.
Ramainya pembeli berdampak pada membludaknya kendaraan roda dua dan roda empat yang parkir di depan toko, bahkan meluber ke badan jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sebagian ruas Jalan D.I. Panjaitan praktis berubah fungsi menjadi area parkir dadakan.
Ruang lalu lintas menyempit drastis dan memicu antrean panjang kendaraan, terutama pada jam sibuk sore hari.
“Setiap hari pasti macet, apalagi sore. Jalan jadi sempit karena dipakai parkir,” ujar salah seorang pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut.
Kondisi ini berlangsung sejak siang hingga malam hari, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat dan mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu, Omat, S.T., M.T. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi terkait penanganan persoalan tersebut.
Sekretaris Jenderal Gerakan Pers Lurus Akurat dan Kritis GEPLAK, Henri, menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan di lapangan.
Keseriusan pemerintah daerah dalam menata ruang publik yang kian semrawut bagaimana?, Jika pihak yang memiliki kewenangan saja diam,” ujarnya.
Hingga kini, belum terlihat langkah konkret untuk mengurai kemacetan.
Arip/ Indramayu
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

