Indramayu, BeritaSuper.com – Mahasiswa dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma (DEMA IAI PDK) Kampus Putih dan Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) Indramayu baru saja bertemu dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan pejabat penting di Kabupaten Indramayu (Forkopimda).

Pertemuan ini diadakan di Gedung DPRD Indramayu pada Selasa, 9 September 2025, untuk membahas berbagai masalah penting, terutama soal proyek besar bernama Segitiga Rebana dan kekhawatiran akan hilangnya lahan pertanian.

Akmal Maulana, Ketua DEMA IAI PDK, menjelaskan bahwa mereka sudah mengumpulkan sembilan poin penting tentang masalah pertanian dalam sebuah laporan singkat.

“Kami sudah sampaikan 9 poin penting ini sebagai masukan agar bisa jadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan,” kata Akmal.

Selain masalah pertanian, BEMNUS Indramayu juga menyampaikan berbagai isu lain yang sedang hangat di masyarakat Indramayu.

“Kami sampaikan masalah pendidikan, tanah, laut, keamanan, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan,” tambah perwakilan BEMNUS.

Proyek ini rencananya akan memakai lahan seluas 20 ribu hektar di enam kecamatan di Indramayu. Akmal Maulana khawatir proyek ini akan mengubah kehidupan masyarakat Indramayu.

“Kami melihat akan ada perubahan besar. Masyarakat Indramayu yang tadinya dikenal sebagai petani, bisa jadi akan berubah menjadi pekerja pabrik,” jelas Akmal.

Akmal juga menjelaskan lebih lanjut bahwa proyek ini bisa mengancam pekerjaan para petani lokal.

“Kalau lahan pertanian dialihfungsikan (diubah jadi non-pertanian), lahan untuk menanam padi atau tanaman lain akan berkurang. Ini bisa membuat hasil panen menurun dan penghasilan petani jadi sedikit. Selain itu, proyek ini juga bisa menimbulkan masalah sengketa tanah kalau tidak ada ganti rugi yang adil dan jelas untuk petani yang kehilangan lahannya,” tambahnya.

Akmal juga mengkritik dokumen rencana pembangunan Rebana dan Jawa Bagian Selatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Kemenko Marves). Menurutnya, rencana itu tidak sesuai dengan potensi ekonomi yang sudah ada di Indramayu.

“Pembangunan Rebana ini akan sepenuhnya mengubah ekonomi di Indramayu. Kami mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam memastikan kita punya cukup makanan sendiri, padahal masalah ketersediaan lahan petani dan kesejahteraan petani harusnya lebih diperhatikan,” tegasnya.

DEMA IAI PDK berjanji akan terus mengawal masalah pertanian dan pengalihan fungsi lahan ini, karena ini menyangkut masa depan anak cucu. *(Red)


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

Share.
Pesan Website & Aplikasi
Exit mobile version