Indramayu – Setelah Yayasan Universitas Wiralodra (UNWIR) Indramayu mengungkap penurunan minat kuliah Tahun 2025, Ketua APDESI Indramayu, H. Tarkani, menyampaikan fakta lebih memprihatinkan.

H. Tarkani menjelaskan bahwa masyarakat desa lebih memilih pendidikan yang instan dan cepat menghasilkan uang, seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), karena kuliah dianggap tidak menjamin pekerjaan.

“Masyarakat lebih memilih yang instan karena lebih menjamin kehidupan ekonomi keluarga,” tegasnya.

“Kuliah hanya menempuh ilmu, bukan jaminan pasti jadi pekerja.” tambahnya.

Tarkani menegaskan bahwa informasi tentang program kuliah gratis telah disampaikan kepada seluruh kepala desa / Kuwu dalam setiap rapat desa.

“Saya sudah menginstruksikan kepada para kuwu se Indramayu agar menyampaikan informasi ini kepada warga,” ungkapnya.

Namun, hasilnya mengecewakan. “Tidak ada respons sama sekali. Tahun ini nol besar,” katanya.

Padahal, tahun-tahun sebelumnya masih ada warga yang mencoba ikut program ini.

Pernyataan APDESI ini menggarisbawahi bahwa masyarakat kini melihat perguruan tinggi tidak bisa memberikan jaminan masa depan seperti yang dijanjikan LPK.

(Red/BS)


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

Share.
Pesan Website & Aplikasi
Exit mobile version